Polda Kepri panen perdana hidroponik, wujud nyata kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional

Batam40 Dilihat

Batam, – Pemerintah Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau melaksanakan acara panen perdana sayuran hasil sistem hidroponik di kompleks Green House Polda Kepri, tepatnya pada hari Senin (30/3/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat utama institusi kepolisian tersebut bukan hanya menjadi momen pencapaian awal, tetapi juga sebagai bukti konkret komitmen Polri dalam mendukung program nasional ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah.

Latar belakang program hidroponik Polda Kepri

Ide pembangunan fasilitas pertanian hidroponik ini muncul dari kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan adalah salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polda Kepri melihat bahwa kontribusi mereka tidak hanya sebatas pada aspek keamanan, tetapi juga dapat diperluas ke sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

“Kita menyadari bahwa tantangan ketahanan pangan di era sekarang ini membutuhkan peran aktif dari semua elemen bangsa, tidak terkecuali institusi kepolisian. Oleh karena itu, kami mengambil langkah konkret dengan membangun fasilitas hidroponik ini,” ujar Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung proses panen perdana tersebut.

Fasilitas Green House yang menjadi tempat pembudidayaan sayuran hidroponik ini merupakan hasil kerja sama antara Polda Kepri dengan Bank Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan luas lahan mencapai 45×10 meter persegi, fasilitas ini dirancang untuk dapat menghasilkan sayuran segar dengan kualitas terbaik dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kebutuhan internal serta potensi pemanfaatan lebih luas ke depannya.

Proses pembudidayaan dan keunggulan hidroponik

Program hidroponik Polda Kepri dikelola secara profesional oleh personel yang memiliki kompetensi khusus di bidang pertanian. Di antaranya adalah sejumlah Bintara yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Pertanian, yang didukung dengan pendampingan langsung dari praktisi pertanian berpengalaman di daerah Riau Kepulauan.

“Kami tidak melakukan program ini secara sembarangan. Setiap tahap, mulai dari pemilihan jenis tanaman, pengaturan pH air, pemberian nutrisi, hingga pengendalian lingkungan di dalam Green House, dilakukan dengan standar yang ketat. Itulah mengapa hasilnya dapat menunjukkan kualitas yang memuaskan,” jelas Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., yang turut hadir dalam acara panen.

Salah satu keunggulan sistem hidroponik yang diterapkan adalah kemampuan untuk mempercepat masa panen. Menurut Kapolda Kepri, tanaman yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk dapat dipanen, pada sistem hidroponik ini hanya membutuhkan kurang lebih 30 hari. Selain itu, penggunaan air yang lebih efisien dan tidak memerlukan lahan yang luas menjadi nilai tambah lain dari program ini.

Jenis sayuran yang berhasil dibudidayakan dan dipanen pada kesempatan perdana meliputi baby kale, selada merah, selada hijau, pakcoy, serta cabai merah. Semua tanaman tumbuh dengan kondisi segar dan berkualitas tinggi, dengan total hasil mencapai 100 pack kemasan, di mana setiap pack memiliki berat sekitar 200 gram.

Manfaat hasil panen dan rencana kedepan

Hasil panen perdana ini tidak akan dijual secara komersial, melainkan akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di Polda Kepri. Program MBG sendiri bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, lansia, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan di wilayah kerja Polda Kepri.

“Dengan adanya pasokan sayuran segar dari hasil hidroponik sendiri, kami dapat meningkatkan kualitas gizi makanan yang diberikan dalam program MBG. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” papar Kapolda Kepri.

Untuk ke depannya, Polda Kepri berencana untuk mengembangkan program hidroponik ini secara bertahap dan berkelanjutan. Rencana yang sedang disusun antara lain adalah perluasan lahan budidaya, penambahan jenis tanaman yang dibudidayakan, serta pelatihan bagi personel dan bahkan masyarakat sekitar yang berminat untuk mempelajari teknik pertanian hidroponik.

“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi Polda Kepri dan masyarakat yang menerima bantuan makanan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berinovasi dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Kapolda Kepri.

Pesan humas Polda Kepri

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan beberapa pesan penting kepada masyarakat. Selain mengimbau agar masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi Call Center 110 atau melalui aplikasi Polri Super Apps yang dapat diunduh secara mudah di perangkat seluler, dia juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kegiatan tersebut tidak hanya merusak ekosistem dan menyebabkan polusi udara, tetapi juga berpotensi menyebabkan kebakaran lahan dan hutan yang dapat membahayakan nyawa dan harta benda banyak orang,” jelas Kabid Humas.

Acara panen perdana hidroponik Polda Kepri diakhiri dengan pemotongan pita simbolis dan penyerahan sebagian hasil panen kepada perwakilan penerima manfaat program MBG, serta sesi foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *