Bambang Lepas Peserta OJT IDEA Indonesia, Bekali Generasi Muda Metro Menembus Dunia Industri

Lampung117 Dilihat

Metro — Langkah menuju dunia kerja profesional resmi dimulai. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri sekaligus melepas secara simbolis peserta On Job Training (OJT) Reguler Batch 38 IDEA Indonesia di Hotel IDEA Indonesia, Rabu (26/8/2026).

Momen tersebut menjadi titik penting bagi para peserta yang telah melewati rangkaian pelatihan intensif selama sekitar tiga bulan. Dari ruang pembelajaran, mereka kini bersiap memasuki lingkungan industri perhotelan dan hospitality secara langsung.

 

Peserta Batch 38 berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Sumatera. Mereka selanjutnya akan menjalani OJT di berbagai hotel bintang tiga, empat dan lima di Jakarta serta sejumlah kota lainnya.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menilai, OJT bukan sekadar tahapan menuju pekerjaan, melainkan ruang pembentukan karakter dan profesionalisme generasi muda.

 

Menurutnya, dunia industri membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teori. Peserta harus mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, etika profesional hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

“Peserta tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga belajar secara langsung mengenai dunia kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, etika profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja,” kata Bambang.

 

Karena itu, Bambang meminta para peserta memanfaatkan kesempatan OJT dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan agar pekerjaan tidak semata-mata dipandang sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai proses panjang untuk membangun kualitas diri.

“Jangan hanya berpikir bahwa tujuan akhirnya adalah mendapatkan pekerjaan. Lebih dari itu, jadikan pengalaman ini sebagai proses untuk membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan membangun kepercayaan diri,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan peserta untuk membawa nama baik keluarga, lembaga pendidikan, IDEA Indonesia dan Kota Metro di tempat mereka menjalani OJT.

“Tunjukkan bahwa generasi muda Kota Metro adalah generasi yang disiplin, berintegritas, mau belajar, bekerja keras, dan mampu bersaing,” tegasnya.

 

Sementara itu, Presdir PT Aidea Indonesia Akademi Tbk, Eko Desriyanto, mengungkapkan bahwa pelepasan tersebut menjadi momentum setelah para peserta menjalani pelatihan selama kurang lebih tiga bulan.

 

Menurut Eko, perubahan peserta terlihat cukup signifikan, tidak hanya dari kemampuan teknis, tetapi juga penampilan, grooming, sikap serta kemampuan berkomunikasi.

 

Ia menyebut, sejumlah peserta yang sebelumnya belum terbiasa melakukan make up, berpakaian profesional maupun melakukan grooming dengan baik, kini telah menunjukkan perubahan yang cukup mencolok.

 

Perkembangan juga terlihat dalam kemampuan berbahasa Inggris. Peserta yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif, kini mampu mengikuti proses wawancara menggunakan bahasa Inggris hingga memperoleh penempatan di berbagai hotel.

 

Bahkan, Eko menyebut seluruh peserta telah mendapatkan penempatan untuk menjalani OJT.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran intensif yang diberikan IDEA Indonesia mampu memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

Tak hanya teori, peserta juga mendapatkan praktik di berbagai departemen perhotelan sehingga ketika memasuki industri, mereka diharapkan mampu membuktikan kompetensinya.

“Maka nanti di hotel tugas kalian adalah membuktikan diri bahwa kalian layak untuk menjadi karyawan profesional,” tegas Eko.

 

Ia menjelaskan, OJT di IDEA Indonesia pada dasarnya merupakan tahap pembuktian terhadap kemampuan yang telah diperoleh peserta selama menjalani pendidikan.

“On job training di IDI Indonesia itu sebenarnya adalah hanya pembuktian saja. Pembuktian bahwa apa yang kalian dapatkan dan kalian lakukan di IDI Indonesia telah membuat kalian menjadi lulusan profesional unggul,” jelasnya.

 

Eko berharap peserta mampu menunjukkan kualitas terbaik di tempat OJT sehingga terbuka peluang untuk direkrut secara definitif dan meniti karier lebih jauh di sektor hotel, hospitality maupun tourism.

 

Ia bahkan menargetkan sedikitnya 90 persen peserta dapat langsung direkrut oleh industri tempat mereka menjalani OJT.

 

Untuk mencapai target tersebut, Eko mengingatkan peserta agar tidak hanya mengandalkan hard skill. Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan soft skill, seperti disiplin, positive behavior, attitude, sikap profesional dan mindset.

 

Ia juga meminta peserta tidak sungkan kembali berkomunikasi dengan tim IDEA Indonesia apabila menghadapi kendala selama OJT atau membutuhkan penguatan kembali terhadap materi yang telah dipelajari.

 

Bambang pun berpesan agar peserta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan di lingkungan kerja. Setiap kesulitan, menurutnya, harus dijadikan pengalaman untuk tumbuh dan menjadi lebih baik.

“Bertanyalah apabila belum memahami sesuatu, terbukalah terhadap masukan, dan teruslah meningkatkan kemampuan,” imbuhnya.

 

Bambang berharap perjalanan OJT tersebut menjadi jembatan penting bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi, karakter dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

 

Ia pun mengajak seluruh peserta menjalani setiap proses dengan penuh kesungguhan, disiplin dan tanggung jawab.

“Jalani setiap proses dengan sungguh-sungguh, disiplin, penuh tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar,” pungkasnya.

 

Dengan pelepasan tersebut, perjalanan baru para peserta Batch 38 IDEA Indonesia pun dimulai—dari ruang pelatihan menuju dunia industri, membawa keterampilan, karakter dan harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *