Aksi Demo Mahasiswa di DPRD Metro Memanas, HMI Bakar Ban dan Tuntut Wali Kota–Wakil Wali Kota Hadir

Lampung349 Dilihat

METRO – Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Metro pada Selasa, 10 Maret 2026, berlangsung panas meski tetap dalam bingkai aksi damai. Massa yang didominasi mahasiswa dari berbagai kampus itu menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja eksekutif dan legislatif di Kota Metro.

Aksi tersebut dikoordinatori oleh Arliyan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan melibatkan sekitar 100 massa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya mahasiswa Muhammadiyah, UIN, Unisla, dan Universitas Darma Wacana.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa berbagai poster berisi kritik keras terhadap pemerintah daerah dan DPRD Kota Metro. Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan “Kami Mahasiswa Darma Wacana Malu”, yang menggambarkan kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan daerah saat ini.

Selain itu, mahasiswa juga membawa poster bertuliskan “Usut tuntas penyalahgunaan dana jalan-jalan ke Kediri”, serta kritik terhadap janji-janji politik yang dinilai tidak terealisasi.

Sejumlah tulisan bernada satire juga terlihat dalam aksi tersebut, yang memancing perhatian publik dan pengguna jalan.

Suasana aksi semakin memanas ketika massa HMI membakar ban bekas di halaman depan gedung DPRD Kota Metro sebagai bentuk protes simbolik.

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut 25 anggota DPRD Kota Metro serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro hadir langsung untuk berdialog dengan mahasiswa terkait berbagai persoalan yang mereka nilai sebagai bentuk kebobrokan tata kelola pemerintahan di kota tersebut.

Para demonstran menegaskan bahwa kehadiran pimpinan daerah sangat penting untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik atas berbagai isu yang berkembang.

Namun hingga aksi berlangsung, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro belum dapat dihadirkan untuk menemui massa aksi. Kondisi ini sempat memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa yang berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah dan mahasiswa sebagai representasi suara masyarakat.

Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan tetap bersiaga mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan komitmen mereka untuk mengawal jalannya pemerintahan yang dinilai harus lebih transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Sampai dengan berita ini diterbitkan HMI dan DPRD kota Metro sedang melakukan dialog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *