SELASA, 18/11/2025 — OPERASI TERBESAR TAHUN INI
15 ARMADA • 42 SATGAS • 24 STAF • 4 KELURAHAN • 6 OPD • PIMPINAN KOTA • SEKCAM • PARA LURAH BERGERAK
Batam — IntiNews.com
Subuh Selasa, 18 November 2025, Batu Aji bukan lagi kecamatan—Batu Aji berubah menjadi markas operasi besar.
Pukul 04.30 WIB, deru 15 armada pick up memecah sunyi, disusul barisan 42 Satgas Kebersihan dan 24 staf yang sudah siap tempur.

Empat kelurahan langsung disikat:
Buliang
Kibing
Bukit Tempayan
Tanjung Uncang
Didukung 6 OPD Kota Batam, serta instruksi langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.
SEKCAM BATU AJI: KOMANDO PENGUNJUNG
Sekretaris Kecamatan Batu Aji tampil sebagai pengendali ritme lapangan.
Ia memastikan bahwa setiap pergerakan pasukan berjalan serentak, terukur, dan berdisiplin tinggi.
Pernyataannya tegas dan terarah:
“Tidak ada satu titik pun yang boleh luput. Semua jalur harus bersih, semua tim harus sigap. Batu Aji hari ini menunjukkan kerja nyata — bukan wacana.”
Sekcam juga mengkoordinasikan laporan real-time dari tiap kelurahan, memastikan setiap kendala langsung diselesaikan tanpa menunggu instruksi tambahan.
PARA LURAH: GARDA TERDEPAN DI TITIK-TITIK RAWAN
Keempat lurah tampil sebagai komandan lapangan di wilayah masing-masing.
Mereka turun langsung, tidak hanya memimpin—mereka bekerja bersama satgas, staf, hingga memandu warga.
1. Lurah Buliang
Fokus pada gang padat dan jalur utama yang sering menjadi zona tumpukan liar.
Lurah menegaskan:
“Buliang harus menjadi wajah bersih Batu Aji. Pagi ini tidak ada kompromi.”
2. Lurah Kibing
Menyerang titik pembuangan liar yang selama ini menjadi masalah kronis.
Pernyataannya ringkas namun tajam:
“Tidak boleh ada sampah yang kembali ke sini. Hari ini kita putus mata rantainya.”
3. Lurah Bukit Tempayan
Memusatkan operasi pada fasilitas umum, taman, dan ruang publik.
Beliau menyatakan:
“Lingkungan yang rapi adalah cermin masyarakat yang tertib. Bukit Tempayan wajib memberi contoh.”
4. Lurah Tanjung Uncang
Menggarap kawasan industri dan permukiman yang padat dengan volume sampah tinggi.
Pesannya keras:
“Tanjung Uncang harus bersih total. Tidak ada titik gelap, tidak ada pembiaran.”
Para lurah memastikan ritme kerja tidak turun, armada terus bergerak, dan satgas tetap fokus hingga misi selesai.
ARAHAN PIMPINAN KOTA: WALIKOTA & WAKIL WALIKOTA BATAM
Wali Kota Batam menegaskan:
“Batam harus menjaga martabatnya. Kebersihan adalah identitas kota. Batu Aji menunjukkan bagaimana pemerintahan bekerja — cepat, disiplin, tanpa basa-basi.”
Wakil Wali Kota Batam menambahkan:
“Gerakan ini bukan seremonial. Ini budaya kerja baru. Batu Aji memulai, seluruh kecamatan wajib mengikuti.”
6 OPD PENDUKUNG UTAMA
1. Direktur RSUD Embung Fatimah (Koordinator)
2. Kadisdik Kota Batam
3. Kadis Pariwisata Kota Batam
4. Kadis Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
5. Sekwan DPRD Kota Batam
6. Kabag Kesra Pemko Batam
OPD ini menjadi pilar perencanaan, monitoring, evaluasi, dan konsolidasi lintas sektor.
APEL SUBUH: GEMURUH SUARA CAMAT ADDI ARNUS, S.E.
Camat Batu Aji menggelegar:
“Yang membiarkan sampah berserakan, berarti menghina wilayahnya sendiri! Batu Aji tidak tunduk pada sampah!”
Dan ditutup dengan perintah penuh kehormatan:
“Ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini menjaga martabat Batu Aji — harga diri wilayah!”
BATU AJI MENUJU IDENTITAS BARU
Empat kelurahan bergerak serentak.
Armada bekerja seperti gelombang.
Satgas bekerja seperti mesin.
Sekcam memegang nadi koordinasi.
Para Lurah jadi komando garis depan.
OPD bergerak senyap namun solid.
Pimpinan kota mengawal penuh.
Hasilnya muncul bahkan sebelum matahari terbit:
Batu Aji tampak berbeda — lebih bersih, lebih tegas, lebih bermartabat.
Batu Aji tidak hanya bekerja.
Batu Aji sedang berubah.
Dan perubahan itu — dimulai saat subuh mengguncang hari ini.
Penulis. : Sajaruddin






