LAMPUNG TIMUR — Negara akhirnya turun tangan lebih serius menghadapi konflik gajah liar yang terus menghantui warga sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Braja Asri Polsek Way Jepara, Aipda I Nyoman Sujendre, bersama Babinsa dan perangkat desa, mendampingi langsung survei lokasi rencana pembangunan konstruksi penanggulangan konflik gajah liar.

Survei ini melibatkan pihak TNWK serta konsultan teknis dari PUPR Provinsi Lampung, sebagai respons atas meningkatnya intensitas gajah liar yang kerap masuk ke permukiman dan lahan pertanian warga. Situasi tersebut tak hanya memicu kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Pendampingan aparat dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan transparan, sekaligus menjembatani komunikasi antara warga, pengelola kawasan konservasi, dan tim teknis perencana. Langkah ini menjadi krusial agar solusi yang dirancang tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Tim gabungan meninjau langsung sejumlah titik rawan lintasan gajah, memetakan kontur tanah, serta mengidentifikasi lokasi yang memungkinkan dibangunnya infrastruktur penanggulangan, seperti pagar pengaman, parit penghalang, dan sarana pendukung lainnya. Seluruh temuan teknis dicatat sebagai bahan perencanaan konstruksi yang diharapkan efektif, berkelanjutan, dan tetap ramah lingkungan.
Aipda I Nyoman Sujendre menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan antara keselamatan manusia dan kelestarian satwa liar. Ia berharap rencana pembangunan dapat segera direalisasikan agar warga tidak terus hidup dalam rasa waswas.
“Kami ingin konflik ini ditekan secara nyata, bukan hanya wacana. Warga harus merasa aman, dan satwa tetap terlindungi,” tegasnya.
Kegiatan survei berlangsung lancar, kondusif, dan terkoordinasi dengan baik. Warga Desa Braja Asri menyambut positif langkah tersebut dan menaruh harapan besar agar penanganan konflik gajah liar benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas.






