Di Balik Seragam Gegana, Ada Doa dan Air Mata Seorang Ibu untuk Bripda Roby Cahyadi Hasibuan

- Editor

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BATAM  —  INTINEWS.COM.

Di balik seragam hitam dan tugas berisiko tinggi sebagai anggota Satuan Gegana Korps Brimob Polda Kepulauan Riau, tersimpan kisah haru tentang doa seorang ibu serta bakti tulus seorang anak kepada keluarga. Sosok tersebut adalah Bripda Roby Cahyadi Hasibuan, putra daerah yang memilih jalan pengabdian sebagai abdi negara.

Di lingkungan keluarga, Bripda Roby dikenal sebagai anak yang lembut, penurut, dan sangat dekat dengan sang ibu. Nilai keimanan, kesabaran, dan ketulusan yang ditanamkan sejak kecil menjadi pegangan Roby dalam menjalani setiap tugas negara. Kedekatan itu pula yang membuat rekan-rekannya kerap menjulukinya sebagai “anak mama”, sebutan yang justru mencerminkan kuatnya ikatan batin dan nilai keluarga dalam dirinya.

“Sebagai ibu, saya hanya bisa bersyukur kepada Allah SWT. Setiap dia berangkat tugas, saya selalu menitipkannya dalam doa. Saya mohon agar Allah menjaga, melindungi, dan menguatkan hatinya,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

 

Bagi Roby, doa ibu adalah benteng terkuat dalam hidupnya. Ia meyakini bahwa ridho orang tua adalah kunci keselamatan dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian.

“Ma, Roby selalu percaya, selama ridho dan doa mama bersama Roby, Allah tidak akan meninggalkan Roby. Setiap langkah Roby di medan tugas, nama mama selalu Roby sebut dalam doa,” ungkapnya penuh haru.

 

Tak hanya kepada ibunya, Roby juga menyampaikan pesan mendalam yang sarat makna kepada adik-adiknya. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi sumber semangat dan teladan bagi keluarga.

“Untuk adik-adikku, jangan pernah menyerah pada keadaan. Tetaplah berdoa, berusaha, dan jaga mama. Abang mungkin tidak selalu ada di rumah, tapi cinta dan doa abang selalu bersama kalian. Jadilah anak-anak yang baik, taat kepada Allah, dan hormat kepada orang tua,” tuturnya.

 

Roby menegaskan bahwa seragam yang ia kenakan bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah yang dijalani dengan niat ibadah dan pengabdian.

“Roby jalani semua ini dengan niat ibadah. Semoga Allah selalu menjaga Roby, dan suatu hari Roby bisa membahagiakan mama dan adik-adik dengan cara yang Allah ridhoi,” tambahnya.

 

Meski rasa cemas tak pernah lepas dari hati seorang ibu, ia mengaku ikhlas melepas putranya mengabdi untuk bangsa dan negara. Baginya, keselamatan dan keimanan anak adalah segalanya.

“Saya tidak minta apa-apa selain dia selalu ingat Allah, ingat salat, hormat kepada orang tua, dan pulang dalam keadaan selamat,” ucapnya lirih.

 

Sebagai penutup, sang ibu pun melantunkan doa tulus dari lubuk hatinya:

“Ya Allah, jagalah anakku di mana pun ia bertugas. Lindungi langkahnya, kuatkan imannya, dan tenangkan hatinya. Jika lelah menghampirinya, gantilah dengan sabar. Jika takut mendekatinya, gantilah dengan keberanian. Kembalikan ia kepada kami dalam keadaan sehat, selamat, dan penuh keberkahan. Jadikan pengabdiannya sebagai amal kebaikan di sisi-Mu. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”

 

Sebagai penguat pesan keimanan, kisah ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 23:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu…”

 

Sebagai anggota Satuan Gegana Korps Brimob Polda Kepulauan Riau, Bripda Roby Cahyadi Hasibuan diharapkan senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT, kekuatan iman, serta keselamatan dalam setiap tugas pengabdiannya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat

Berita Terkait

Sinergi Tanpa Sekat: Polisi Polda Kepri dan Polsek Bulang Duduk Bersama Pengusaha Muda di Sagulung
SG Variasi Milik Sugi Kian Bersinar di Batam, Pelayanan Rapi dan Jujur Tuai Pujian Pelanggan
Proyek Batu Miring di SMPN 53 Taman Lestari Dipertanyakan, Warga Soroti Transparansi
Sidang Kode Etik Polda Kepri Putus PTDH terhadap Oknum Polisi Yesaya Arga Aprianto Silaen
Ada Apa di Balik Proyek SMKN 12 Batam? Legalitas Kontraktor Dipertanyakan, Pengawas Cuci Tangan, Nama “Waklong” Muncul di Keuangan
Ngopi Bareng Waka Yanma dan Ka Siaga Polda Kepri Bersama Tokoh Masyarakat Batam, Pererat Sinergi Polri–TNI–Masyarakat
Solidaritas Batam Menggema, Wali Kota Amsakar Achmad Lepas 7 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra Barat
SMK Hang Nadim Batam Tutup Class Meeting Semester Ganjil dengan Pentas Seni Meriah dan Penyerahan Donasi Rp 4,3 Juta untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:35

Di Balik Seragam Gegana, Ada Doa dan Air Mata Seorang Ibu untuk Bripda Roby Cahyadi Hasibuan

Senin, 29 Desember 2025 - 16:26

Sinergi Tanpa Sekat: Polisi Polda Kepri dan Polsek Bulang Duduk Bersama Pengusaha Muda di Sagulung

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:37

Proyek Batu Miring di SMPN 53 Taman Lestari Dipertanyakan, Warga Soroti Transparansi

Rabu, 24 Desember 2025 - 04:40

Sidang Kode Etik Polda Kepri Putus PTDH terhadap Oknum Polisi Yesaya Arga Aprianto Silaen

Minggu, 21 Desember 2025 - 15:00

Ada Apa di Balik Proyek SMKN 12 Batam? Legalitas Kontraktor Dipertanyakan, Pengawas Cuci Tangan, Nama “Waklong” Muncul di Keuangan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:40

Ngopi Bareng Waka Yanma dan Ka Siaga Polda Kepri Bersama Tokoh Masyarakat Batam, Pererat Sinergi Polri–TNI–Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:05

Solidaritas Batam Menggema, Wali Kota Amsakar Achmad Lepas 7 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra Barat

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:39

SMK Hang Nadim Batam Tutup Class Meeting Semester Ganjil dengan Pentas Seni Meriah dan Penyerahan Donasi Rp 4,3 Juta untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

Berita Terbaru