Batam. Intinews.Com.
Batu Aji — Upaya besar Pemerintah Kecamatan Batu Aji dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan berdaya saing kembali ditunjukkan melalui rapat resmi pembentukan Panitia Goro Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Batam. Pertemuan yang dilaksanakan pukul 20:00 hingga 22:00 WIB di Lantai 3 Gedung Serbaguna Kantor Camat Batu Aji itu berlangsung intens dan terstruktur, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata wajah kecamatan menuju standar kota modern.

Rapat malam ini tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi momentum penting yang mempertemukan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam satu forum strategis. Dengan mengusung tema besar:
“Melalui Goro Akbar HUT Kota Batam, Kita Wujudkan Kecamatan Batu Aji yang Bersih, Indah, dan Berdaya Saing Menuju Kota Madani yang Modern,”
pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kesadaran kolektif bahwa gotong royong merupakan kekuatan besar masyarakat Batam dan kunci keberhasilan pembangunan kota.

KEHADIRAN PENTING DALAM RAPAT KONSOLIDASI
Rapat pembentukan panitia dihadiri unsur struktural yang menjadi tulang punggung pelaksanaan kegiatan:
Camat Batu Aji — Addi Arnus, SE, Sekcam Batu Aji — Anwaruddin, Lurah Kibing — Wiwied Indartono, Lurah Buliang — Widia Wati, Lurah Bukit Tempayan — Syahrul Bahri, Kasi Trantib dari seluruh kelurahan, Ketua RW dan RT, Tokoh masyarakat dari wilayah Kibing dan Buliang
Kehadiran lengkap unsur pimpinan ini menandakan bahwa pelaksanaan Goro Akbar bukan sekadar seremonial, melainkan kerja bersama yang membutuhkan persiapan matang dan sinergi lintas sektor.
CAMAT BATU AJI: “INI GERAKAN BESAR, BUKAN KEGIATAN BIASA.”
Camat Batu Aji, Addi Arnus, SE, dalam arahannya menegaskan bahwa Goro Akbar merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat wajah Kecamatan Batu Aji di mata masyarakat Kota Batam.
“Goro Akbar ini bukan sekadar kerja bakti. Ini adalah gerakan besar yang melibatkan semua unsur warga. Kita ingin Batu Aji tampil bersih, tertib, dan menjadi contoh kecamatan yang siap menyongsong Kota Batam sebagai Kota Madani modern. Kita bergerak bersama, dan setiap kelurahan wajib menunjukkan kesiapan penuh,” tegasnya. Selasa 18 November 2025
Nada tegas tersebut menguatkan bahwa pemerintah kecamatan ingin mengubah pola pikir masyarakat: gotong royong bukan hanya tradisi, melainkan keharusan dalam pembangunan kawasan urban modern.
SEKCAM PERKUAT ARAHAN: TARGET 1.300 PESERTA
Sekcam Batu Aji, Anwaruddin, memaparkan rencana teknis yang sudah disusun. Menurutnya, Goro Akbar tahun ini menargetkan keterlibatan 1.300 peserta, jumlah besar yang mencerminkan skala kegiatan.
“Ini bukan angka simbolis. 1.300 peserta adalah bukti komitmen. Kita butuh pembagian tugas jelas, pemetaan titik prioritas, pengaturan logistik, serta kesiapan perangkat di lapangan. Setiap kelurahan sudah kita minta menyiapkan personel dan perangkat pendukung,” ujarnya.
Pernyataan Sekcam menegaskan bahwa kegiatan tidak boleh dilakukan secara asal, melainkan membutuhkan manajemen lapangan yang rapi, terarah, dan terukur.
SUARA PARA LURAH: SIAP BERGERAK MENYELURUH
Para lurah dari tiga kelurahan besar di Batu Aji secara bergantian menyampaikan kesiapan mereka:
Kelurahan Kibing — Wiwied Indartono, mengatakan bahwa Kibing memiliki titik-titik padat penduduk yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami siap mengerahkan warga, perangkat RT/RW, dan komunitas lokal. Fokus kami adalah wilayah padat yang menjadi etalase Batu Aji,” ujarnya.
Kelurahan Buliang — Widia Wati menegaskan bahwa Buliang akan menggerakkan seluruh unsur masyarakat.
“Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan. Kami sudah menyiapkan koordinasi internal agar setiap titik kerja bakti dapat dimaksimalkan,” ungkapnya.
Kelurahan Bukit Tempayan — Syahrul Bahri memastikan wilayahnya siap menjadi penopang kegiatan.
“Bukit Tempayan siap mendukung penuh dan menutup kekurangan di titik-titik yang membutuhkan tenaga”, pungkas Lurah Syahrul Bahri.
Editor : Dwi Hartoyo






