Batam, 30 MARET 2026 – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, bersama seluruh jajaran pimpinan dan petugas terkait, melaksanakan kegiatan kontrol langsung secara menyeluruh ke area dapur fasilitas pemasyarakatan tersebut pada hari Senin pagi. Kegiatan yang menjadi bagian dari program pemantauan berkala ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam memastikan standar kebersihan, higienitas, serta kualitas pelayanan makanan yang optimal bagi setiap warga binaan.
Sebagai salah satu fasilitas vital yang menjadi tulang punggung kesejahteraan warga binaan, dapur Rutan Batam mendapatkan perhatian khusus dari pihak pengelola. Proses kontrol yang dilakukan tidak hanya sebatas pemeriksaan permukaan, melainkan menyeluruh mulai dari area penyimpanan bahan makanan mentah dan olahan, kebersihan lantai, dinding, serta peralatan memasak mulai dari alat pemotongan hingga perangkat pendingin dan pemanas makanan. Tim juga mengevaluasi sistem pengelolaan limbah makanan dan kebersihan area sanitasi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keamanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Karutan Fajar Teguh Wibowo menegaskan pentingnya menjaga integritas pelayanan makanan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak dasar warga binaan. “Dapur bukan hanya tempat untuk memasak, melainkan ruang di mana kami membangun dasar kesehatan dan kesejahteraan bagi setiap individu yang berada di bawah bimbingan kami. Kami berkomitmen bahwa makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi, sehat, dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia,” ujarnya dengan tegas.
Selain pemeriksaan fisik, Karutan beserta tim juga melakukan sesi pembinaan dan arahan langsung kepada seluruh petugas dapur dan tenaga koki yang bertugas. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain mengenai pentingnya disiplin kerja yang tinggi, pemilihan dan pemeriksaan mutu bahan makanan sebelum digunakan, serta ketelitian dalam proses pengolahan mulai dari pencucian hingga penyajian. Tak kalah penting, pihaknya juga menekankan pada sistem distribusi makanan yang harus berjalan dengan tepat waktu dan merata untuk seluruh blok hunian warga binaan, tanpa terkecuali.
“Kita harus memastikan bahwa setiap langkah dalam proses produksi makanan memenuhi prosedur standar operasional yang telah ditetapkan. Mulai dari cara menyimpan sayuran dan protein agar tetap segar, hingga cara menghindari kontaminasi silang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Setiap petugas memiliki peran yang krusial dalam menjaga keamanan pangan ini,” tambahkan salah satu anggota tim kontrol yang juga merupakan petugas kesehatan Rutan Batam.
Kegiatan kontrol dapur ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi berkala untuk mengidentifikasi poin-poin perbaikan yang perlu dilakukan. Beberapa hal yang menjadi fokus evaluasi meliputi efisiensi penggunaan bahan baku, sistem pencatatan dan inventarisasi makanan, serta kesiapan peralatan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk pada saat jumlah warga binaan mengalami peningkatan atau pada masa-masa tertentu seperti hari raya nasional.







