Pembekalan Danrem–Dandim 2026 Dibuka, Danpusterad Tegaskan Perwira Harus Jadi Garda Terdepan Stabilitas Wilayah

TNI/Polri15 Dilihat

 

Bandung Barat  —  Pembekalan dan pendidikan calon Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka. Momentum ini ditegaskan sebagai tahap krusial dalam perjalanan karier Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat untuk mempersiapkan diri mengemban amanah jabatan strategis di wilayah.

Upacara pembukaan dipimpin langsung Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, di Aula Graha Manunggal Pusdikter Pusterad, Jalan Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/2/2026).

Dalam arahannya, Danpusterad menegaskan bahwa calon Danrem dan Dandim merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas keamanan negara di wilayah masing-masing.

“Sebagai calon Danrem dan Dandim, saudara adalah mata dan telinga pimpinan di lapangan. Tugas saudara mendeteksi dini setiap potensi ancaman dan gangguan terhadap stabilitas wilayah,” tegasnya.

 

Ia mengingatkan, jabatan Danrem dan Dandim bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah strategis yang menuntut kepemimpinan kuat, ketajaman analisis, serta kemampuan komunikasi sosial yang mumpuni di tengah dinamika masyarakat.

Menurutnya, tantangan di wilayah ke depan tidak semakin ringan. Kompleksitas persoalan sosial, potensi konflik, hingga ancaman nonmiliter menuntut para perwira teritorial memiliki kesiapan komprehensif.

“Tugas dan tanggung jawab yang diemban sangat berat. Namun dengan persiapan matang melalui pembekalan dan pendidikan ini, saya yakin saudara mampu menjalankan amanah tersebut dengan sukses,” ujarnya.

 

Letjen Syafei juga menekankan bahwa keberhasilan Danrem dan Dandim di wilayah akan berdampak langsung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan kesungguhan dan disiplin tinggi.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berdiskusi, dan memperkaya wawasan. Jangan ragu bertanya serta berbagi pengalaman. Dari situlah kualitas kepemimpinan akan terasah,” tandasnya.

 

Dalam pendidikan ini, para peserta dibekali berbagai materi strategis dan teknis yang relevan dengan tugas di lapangan, mulai dari pembinaan teritorial, manajemen konflik, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat.

Program ini dirancang untuk memastikan setiap calon Danrem dan Dandim memiliki kapasitas kepemimpinan, ketegasan sikap, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika wilayah yang terus berkembang.

Dengan pembekalan tersebut, diharapkan lahir para pemimpin teritorial yang bukan hanya kuat secara komando, tetapi juga mampu menjadi solusi atas setiap persoalan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *