Proyek Rp2,1 Miliar di Nias Utara Diduga Asal Jadi, Pengawasan PUTR Dipertanyakan

Nisut209 Dilihat

 

Kabupaten Nias Utara – Proyek rehabilitasi jembatan, pengerasan jalan, struktur beton, hingga pemasangan bronjong dengan nilai anggaran sekitar Rp2.166.220.090 di Kabupaten Nias Utara diduga dikerjakan asal jadi. Minimnya kualitas pekerjaan memicu kekecewaan warga serta sorotan dari sejumlah awak media dan LSM yang turun langsung ke lokasi, Sabtu (14/02/2026).

Proyek yang dikerjakan oleh rekanan CV Tiga Putra dengan direktur Agustinus Zega tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi. Warga bersama tim pemantau menemukan sejumlah kejanggalan yang diduga berpotensi menurunkan kualitas konstruksi.

Di lapangan, pemasangan besi penahan jembatan disebut hanya dilas pada satu atau dua titik di tiap sudut, tidak menyeluruh sebagaimana standar teknis. Selain itu, posisi besi H di sisi kiri dan kanan jembatan tampak tidak sejajar, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kekuatan struktur.

Tak hanya itu, tembok penahan pada ujung dan bagian tengah jembatan diduga masih menggunakan beton lama. Kondisi beton yang sudah termakan usia tersebut dikhawatirkan tidak mampu menahan beban dalam jangka panjang.

Temuan lain juga terlihat pada pemasangan kawat bronjong. Batu isian yang digunakan disebut berukuran kecil dan mudah terlepas, bahkan bisa dicungkil dengan tangan. Kondisi tersebut dinilai jauh dari standar konstruksi bronjong yang seharusnya menggunakan batu berukuran besar dan padat.

Pada bagian drainase, sebagian pasangan beton juga diduga masih memanfaatkan material lama. Campuran semen yang digunakan pun dipertanyakan karena dinilai tidak memenuhi kualitas yang diharapkan, sehingga warna beton tampak berbeda dan tidak merata.

Sejumlah tokoh masyarakat mengaku kecewa dengan pelaksanaan proyek yang menyerap dana lebih dari Rp2 miliar tersebut. Mereka khawatir bangunan tidak akan bertahan lama dan justru berpotensi cepat rusak.

“Kalau kualitasnya seperti ini, kami takut tidak bertahan lama. Padahal anggarannya besar, ini uang rakyat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Selain soal kualitas, beredar pula dugaan adanya praktik tidak sehat antara pihak rekanan dan oknum terkait dalam pelaksanaan proyek tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara terkait tudingan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta proyek pembangunan yang bersumber dari pajak rakyat tidak dijadikan ajang mencari keuntungan semata, melainkan benar-benar menghadirkan infrastruktur berkualitas dan tahan lama.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *