Seruan “Stop MBG” Meledak di Medsos, Ribuan Komentar Banjiri Postingan Komjen Dharma

Berita64 Dilihat

Gelombang penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) meledak di media sosial setelah pernyataan keras Komjen Dharma Pongrekun beredar luas. Dalam unggahan akun Facebook Kabar Mustain, pernyataan tersebut memicu perdebatan sengit dengan respons publik yang sangat besar.

Hanya dalam empat hari, unggahan itu dibanjiri sekitar 4,1 ribu komentar, 986 reaksi, dan telah dibagikan sedikitnya 153 kali. Angka tersebut menunjukkan isu MBG tidak lagi sekadar program pemerintah, tetapi telah menjadi perdebatan panas di ruang publik. Rabu, 18/02/2026.

Dalam pernyataannya, Komjen Dharma menyerukan agar program MBG dihentikan. Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi celah penyelewengan anggaran.

“Stop MBG sekarang juga! Seluruh masyarakat harus bersatu tolak MBG, karena diduga MBG adalah sarang korupsi,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung memancing beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar komentar bernada kritik keras terhadap program tersebut.

Seorang warganet menilai makanan yang disajikan dalam program MBG tidak bermanfaat dan justru terbuang percuma.

“Program MBG aslinya nggak bermanfaat, malah jadi ladang korupsi. Makanannya juga mubazir, banyak yang dibuang,” tulisnya.

Komentar lain menyebut makanan dari program tersebut kalah bergizi dibanding masakan rumahan.

“Katanya makanan bergizi, tapi lebih bergizi makanan di rumah. Harusnya dijadikan bantuan bagi rakyat yang benar-benar kelaparan,” tulis akun lain.

Ada pula yang menyoroti dugaan kasus keracunan makanan serta tudingan bahwa program itu hanya menjadi ladang bisnis bagi pihak tertentu.

“Banyak anak keracunan, ini cuma jadi ajang bisnis orang dekat pejabat,” tulis salah satu komentar.

Namun, di tengah gelombang kritik, sebagian warganet tetap berpendapat program tersebut tidak seharusnya dihentikan, terutama karena dianggap membantu kebutuhan makan anak-anak.

Perdebatan yang tajam ini menunjukkan bahwa program MBG telah memicu polarisasi di masyarakat. Di satu sisi, ada kekhawatiran soal kualitas, transparansi, dan potensi penyelewengan. Di sisi lain, ada harapan bahwa program tersebut tetap berjalan dengan perbaikan sistem dan pengawasan ketat.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait seruan penghentian program MBG maupun berbagai tudingan yang beredar di media sosial tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *