Zakat Dibagikan ke 12 Lansia dan 2 Anak Yatim, Dwi Hartoyo: Jangan Egois, Giling Gabah di Pabrik untuk Dana Sosial

Lampung136 Dilihat

Lampung Tengah — Pabrik Kelompok Tani F1 dan F2 kembali menyalurkan zakat hasil usaha kepada warga yang berhak menerima. Sebanyak 12 lansia dan 2 anak yatim menerima bantuan yang bersumber dari sisa hasil usaha tahun kerja 2025, setelah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 25 Januari 2026.

Penyerahan zakat dilakukan langsung oleh Ketua Kelompok Tani F1 dan F2, Dwi Hartoyo, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari pengelolaan pabrik yang selama ini mengandalkan sistem bawon beras dari hasil gilingan padi masyarakat.

Namun, dalam laporan pertanggungjawaban tersebut, Dwi Hartoyo mengungkapkan bahwa pendapatan bawon pabrik mengalami penurunan sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Dampaknya, jumlah zakat dan dana sosial yang dapat disalurkan juga ikut berkurang.

“Pendapatan bawon turun sekitar 25 persen, sehingga prosentase dana sosial dan zakat yang bisa dikeluarkan juga tidak sebanyak sebelumnya,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan, khususnya kalangan lansia dan anak yatim.

Dwi Hartoyo berharap para anggota kelompok tani dan pemilik gabah di wilayah Trimurjo lebih peduli terhadap keberlangsungan pabrik, karena dari situlah sumber dana sosial bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan maupun gabah.

“Kami berharap anggota kelompok tani ikut menggenjot pendapatan bawon pabrik. Kalau pendapatan naik, dana sosial dan zakatnya juga akan lebih besar dan bisa dirasakan lebih banyak warga,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh petani pemilik padi untuk tetap menggiling gabah di pabrik kelompok tani, bukan ke tempat lain, agar manfaat sosialnya tetap berputar di lingkungan sendiri.

“Jangan egois karena punya gabah sendiri, lalu menggilingnya ke gerandong. Coba ikut peduli dengan saudara di sekitar yang bukan petani dan tidak punya gabah. Di situlah letak kepedulian,” ujarnya.

Menurutnya, dana sosial yang bersumber dari bawon justru akan kembali membantu masyarakat sendiri ketika mengalami musibah atau kesulitan.

“Kalau suatu saat ada keluarga yang sakit, dari situlah dana bisa dikeluarkan. Karena bawon itu berasal dari keluarga yang punya gabah, lalu diputar kembali untuk kepentingan bersama,” tambahnya.

Adapun data penerima zakat hasil laporan pertanggungjawaban tahun kerja 2025 terdiri dari 14 orang, yakni:

Jasim (76)
Jamngani (77)
Kasdi (72)
Sundari (55)
Cokro (74)
Gareng (78)
Sumini (88)
Fitriana Sari (33)
Suharti (72)
Angga (4) bin Yasim
Robet (13) bin Fahmi
Tugini (81)
Masum (70)
Sunardi (52)

Salah satu penerima menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua kelompok tani dan turut mendoakan.

“Semoga lancar dan berkah”, ucapnya salah satu penerima.

Penyaluran zakat ini menjadi bukti bahwa pabrik kelompok tani bukan sekadar tempat menggiling padi, tetapi juga menjadi sumber kepedulian sosial bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *