Jalin Silaturahmi, Seklur Trimurjo Ngobrol Bareng Pengurus Pabrik dan Kelompok Tani

Lampung27 Dilihat

Lampung Tengah — Dalam upaya mempererat hubungan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat, Sekretaris Kelurahan (Seklur) Trimurjo, Hidayat, menyambangi pengurus pabrik kelompok tani sekaligus berdialog langsung dengan warga. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu siang, 25 Februari 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Selain menyerap aspirasi masyarakat, Seklur Hidayat juga menemui Ketua RT 24 guna mendengar langsung berbagai persoalan yang berkembang di tengah warga, khususnya terkait dinamika antara pabrik jalan (gerandong) dan pabrik kelompok tani.

Herman Martha selaku pengawas pabrik kelompok tani menyampaikan sejumlah pesan kepada Seklur Hidayat. Ia berharap adanya langkah bijak dan terukur dalam menyikapi polemik yang melibatkan unsur RT dan RW, sehingga persoalan tidak semakin melebar dan dapat diselesaikan secara musyawarah.

Menanggapi hal tersebut, Seklur Trimurjo Hidayat menegaskan bahwa setiap polemik di masyarakat sejatinya bisa segera diatasi apabila seorang pemimpin mau turun langsung ke lapangan, duduk bersama, serta membuka ruang dialog.

“Permasalahan antara pabrik jalan (gerandong) dan pabrik kelompok tani ini bisa selesai apabila semua pihak mau duduk bersama. Kepemimpinan itu harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di belakang meja,” ujarnya.

Di sisi lain, Dwi Hartoyo selaku Ketua Kelompok Tani F1 dan F2 berharap pemerintah kelurahan dapat mendorong Lurah Trimurjo, Andri Gunawan, agar lebih serius dan responsif dalam menangani persoalan yang ada. Ia menilai peran aktif lurah sangat penting dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan pelaku usaha.

Lebih jauh, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya mendorong para petani untuk tetap menumbuhkan dan menggiling hasil pertanian mereka ke pabrik kelompok tani setempat. Dengan demikian, perputaran ekonomi akan tetap berada di lingkungan sendiri dan nilai sosial yang dihasilkan bisa lebih besar dirasakan masyarakat.

Jika hasil panen digiling di pabrik kelompok tani, maka manfaatnya tidak hanya berhenti pada keuntungan usaha semata, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat solidaritas warga, serta meningkatkan kontribusi sosial bagi lingkungan sekitar. Hal ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Trimurjo dan mengurangi potensi konflik antar pihak.

Melalui dialog terbuka dan komunikasi yang sehat, pemerintah kelurahan bersama masyarakat dan pengurus pabrik diharapkan dapat menemukan solusi terbaik demi terciptanya suasana yang kondusif, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *