Batam, Minggu 5 April 2026 — Dunia jurnalistik Kota Batam kembali diguncang oleh sebuah fenomena baru. Sebuah istilah nyeleneh namun sarat energi bernama “DEREM!” kini tengah menjadi buah bibir dan semangat baru bagi para pewarta di lapangan.
Istilah ini digaungkan langsung oleh wartawan senior yang legendaris, Sitompul. Tanpa basa-basi, sosok yang dikenal tegas ini langsung mengomando rekan-rekannya untuk mengadopsi semangat tersebut.
“Budayakan DEREM setiap hari, Lae! Jangan kendor!” seru Sitompul dengan nada penuh semangat.
Entah di warung kopi, di lokasi kejadian, hingga di pinggir jalan yang panas membara, satu kata ini kini menjadi pemantik api semangat yang menyala-nyala.
Namun, suasana tentu tak akan lengkap tanpa kehadiran sahabat karibnya, Sidabutar, yang selalu punya celetukan jenaka yang langsung bisa memecah keseriusan menjadi gelak tawa.
Sambil santai menyeruput kopi hitamnya, Sidabutar menyindir sekaligus mengomentari kondisi rekan-rekan wartawan di lapangan dengan logat khasnya:
“Holan na DEREM torus do hatam Lae… holan secangkir kopi so boi di tuhor ho… DEREM… Dereeemm…!”
(Yang ada semangatmu terus saja membara Kawan… padahal secangkir kopi saja mungkin sudah tak mampu kau bayar… Semangat teruslah!)
Tawa pun langsung pecah seketika mendengar gurauan itu. Namun di balik candaan yang menyakitkan namun nyata itu, terselip makna yang cukup dalam—bahwa meski kondisi di lapangan berat dan kantong mungkin kering, semangat mereka justru seringkali jauh lebih “liar” dan membara daripada isi dompet 😄
Tak puas dengan satu kali sindiran, Sidabutar pun menambahkan komentarnya dengan nada menggoda namun penuh makna:
“Ini bukan lagi sekadar kata ‘Deren’ atau ‘Dor’ Lae… tapi ini sudah naik kasta! Ini sudah menjadi bahasa tingkat DEWA-nya wartawan senior!”
Kini, kata “Derem” bukan lagi sekadar rangkaian huruf biasa. Istilah ini telah menjelma menjadi simbol baru:
🔥 Sebagai teriakan penyemangat di tengah lelah.
🔥 Sebagai kode komunikasi khas di lapangan.
🔥 Sebagai simbol solidaritas sesama pejuang berita.
Menurut penjelasan dari Sitompul sendiri, makna kata tersebut sederhana namun dalam:
“Derem itu bukan sesuatu yang harus dijelaskan dengan panjang lebar… tapi sesuatu yang harus dijalankan dan dibuktikan di lapangan, Lae!”
Satu hal yang pasti kini terngiang di telinga para pewarta:
Kalau Anda belum pernah ikut meneriakkan kata DEREM, berarti belum sah rasanya menyebut diri Anda sebagai pejuang lapangan sejati!
Lantas, bagaimana dengan Tim Rambo yang dikenal garang?
Tentunya tak perlu ditanya lagi semangat mereka.
“Sekali sudah DEREM… maka pantang untuk direm atau berhenti di tengah jalan, Lae!!!” 🔥💥
(SjR)







