BATAM, Kamis (09/04/2026) – Menjelang hari pertandingan yang kian mendekat, persiapan yang dilakukan oleh pelatih bela diri Libanon Harahap tampak semakin intens dan serius. Malam ini, di sebuah lapangan terbuka, suasana yang tadinya tenang berubah menjadi medan latihan yang “panas” saat Libanon menggembleng murid-muridnya.
Dengan fokus tinggi, sesi latihan sparring berlangsung sangat ketat. Terlihat gerakan cepat, kuda-kuda yang kokoh, hingga benturan fisik yang keras menjadi menu wajib malam itu. Suasana latihan yang begitu hidup ini sempat membuat warga sekitar yang melihat dari kejauhan terkecoh dan mengira sedang terjadi perkelahian sungguhan. Padahal, itu adalah bentuk persiapan keras menuju laga besar.
Intonasi Khas Batak Bakar Semangat
Di tengah derasnya keringat dan gerakan tak henti, suara lantang dan tegas sang pelatih membahana. Dengan intonasi khasnya yang kental dengan semangat Batak, Libanon Harahap terus membakar mental para muridnya agar tidak boleh berleha-leha.
“Dengke ma ho! (Dengarkan kau!) Jangan setengah-setengah! Saya tidak mau murid saya gagal dalam pertandingan! Itulah kalau aku latih, harus jadi! Paham kau?!” teriak Libanon dengan nada tinggi yang langsung mengguncang mental para muridnya agar bangkit dan fokus.
Suara keras dan perintah tegas itu seketika membuat suasana semakin memanas. Para murid yang sedang berlatih pun tampak semakin menundukkan kepala, fokus, dan menjalankan setiap arahan pelatih dengan penuh kesungguhan.
Persiapan Total, Fisik dan Mental
Bagi Libanon, latihan malam ini bukan sekadar rutinitas fisik semata. Ia ingin memastikan bahwa saat hari-H tiba, para muridnya benar-benar dalam kondisi siap tempur, baik secara fisik maupun mental. Ia menekankan bahwa kemenangan tidak diraih dengan mudah, melainkan lewat keringat dan disiplin yang tinggi.
Aksi sang pelatih yang tak kenal kompromi dalam mempersiapkan atletnya ini pun kini menjadi sorotan di media sosial. Banyak warganet yang mengaku merinding sekaligus kagum melihat gaya melatih Libanon yang penuh tekanan namun justru menjadi sumber motivasi yang membara.
(SjR)







