Jumat Curhat Kamtibmas, Kapolresta Barelang Serap Aspirasi Warga Batam Kota Press Release Nomor : 521/IV/HUM.6.1.1/2026/Si Humas Jumat, 24 April 2026 Batam – Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung dan pengayom. Semangat inilah yang diwujudkan secara nyata oleh Polresta Barelang melalui kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas, sebuah wadah silaturahmi dan komunikasi dua arah yang mempertemukan pimpinan kepolisian langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, menerima masukan, dan mencari solusi bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif. Kegiatan yang berlangsung hari ini, Jumat (24/04/2026) bertempat di Pujasera Perumahan Orchid, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, masuk dalam wilayah hukum Polsek Batam Kota. Dipilihnya tempat di tengah keramaian dan lingkungan pemukiman ini bertujuan agar semakin mudah diakses oleh warga, sehingga siapa saja bisa hadir dan menyampaikan apa yang menjadi isi hati dan perhatiannya. Dimulai pukul 08.00 WIB, acara ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh para Pejabat Utama Polresta Barelang serta Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal, S.H., M.H. Kebersamaan dalam menjaga keamanan juga tampak dari kehadiran unsur TNI yang diwakili Babinsa Taman Baloi Sertu Nasution. Hadir memeriahkan dan turut berpartisipasi pula berbagai elemen masyarakat, mulai dari Sekcam Batam Kota Tommy Army, Ketua MUI Kecamatan Batam Kota Ustadz Zamzuri, Kapuskesmas Baloi Permai Rois, para tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, hingga warga Perumahan Orchid Park dan sekitarnya. Kehadiran beragam lapisan ini menjadi bukti bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas aparat semata. Dalam sambutannya, Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah bukti nyata perubahan pola pendekatan kepolisian. Dulu mungkin Polri cenderung menunggu laporan, kini justru mendatangi dan mencari tahu sendiri apa yang dibutuhkan masyarakat. “Jumat Curhat ini adalah jembatan hati antara Polri dan warga. Melalui forum ini, kami ingin warga tidak sungkan, tidak takut, dan terbuka menyampaikan segala persoalan yang ada di lingkungan masing-masing. Setiap masukan dan keluhan adalah bahan berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan dan kerja kinerja ke depannya,” ujar AKP Benny Syahrizal. Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial belaka, melainkan komitmen rutin yang akan terus dilakukan di berbagai wilayah. Baginya, menjaga keamanan tidak bisa berjalan maksimal tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan dan dihadapi oleh masyarakat sehari-hari. “Kami hadir di sini untuk mendengar. Kota Batam yang aman, harmonis dan kondusif adalah harapan kita semua. Dan untuk mewujudkannya, suara masyarakat adalah kompas yang menuntun langkah kami. Apa yang disampaikan hari ini akan kami catat, kami kaji, dan kami tindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” tegas Kombes Anggoro. Sesi dialog berlangsung hangat dan terbuka. Warga dengan antusias menyampaikan berbagai hal yang menjadi perhatian, mulai dari permintaan agar patroli malam diperbanyak di kawasan perumahan guna mencegah tindak kejahatan, kekhawatiran akan maraknya peredaran narkoba dan bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga persoalan sehari-hari seperti ketertiban lalu lintas, maraknya kenakalan remaja, dan standar keamanan lingkungan. Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan agar lebih sering diadakan sosialisasi hukum, pembinaan bagi petugas keamanan lingkungan atau security, serta meminta agar seluruh proses pelayanan di kepolisian berjalan transparan, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar. Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Kapolresta memberikan tanggapan dan penjelasan secara komprehensif serta menawarkan solusi konkret. Ia menyatakan akan segera menambah intensitas dan titik patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan gangguan keamanan. Dalam upaya membasmi narkoba dan TPPO, akan diperkuat sinergi dan kerja sama dengan instansi terkait, serta melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk melakukan pendekatan preventif dan pembinaan, terutama kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh buruk. “Keamanan paling kuat itu berasal dari kesadaran warga itu sendiri. Kami mengajak dan mendorong agar sistem keamanan lingkungan atau siskamling kembali digiatkan. Polri tidak bisa ada di setiap sudut jalan 24 jam, tapi jika warga saling menjaga dan peduli satu sama lain, maka kejahatan akan sulit berkembang,” pesannya. Agar masyarakat semakin mudah melaporkan kejadian darurat atau gangguan kamtibmas, Kapolresta juga mengingatkan kembali tentang ketersediaan layanan Call Center 110. Layanan ini dapat dihubungi secara gratis, beroperasi selama 24 jam penuh, dan setiap laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti secepatnya. Sebagai bagian dari edukasi hukum, ia juga menjelaskan beberapa ketentuan yang sering menjadi pertanyaan masyarakat. Di antaranya, bahwa kerugian akibat tindak pidana di bawah Rp2,5 juta tetap diproses hukum sebagai Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sehingga tidak ada kasus yang dianggap sepele. Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur juga ditegas dilarang keras karena melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan membahayakan keselamatan jiwa. Tak hanya berbicara ke luar, Kapolresta juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengawasi kinerja internal. Jika ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran, tidak disiplin atau bertindak tidak benar, warga dipersilakan melaporkannya melalui fungsi Propam maupun jalur pengaduan resmi yang telah disediakan, dan dipastikan akan diproses secara tegas dan adil. Di penghujung kegiatan, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono kembali menegaskan komitmen institusinya. “Prinsip kami adalah Polri hadir, Polri dekat, dan Polri melayani. Komunikasi seperti ini akan terus kami lakukan kapan saja dan di mana saja. Ingat, kunci utama keamanan Batam terletak pada sinergi, kepercayaan, dan kerja sama yang erat antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya. Kegiatan yang penuh keakraban dan kekeluargaan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Batam90 Dilihat

Batam – Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung dan pengayom. Semangat inilah yang diwujudkan secara nyata oleh Polresta Barelang melalui kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas, sebuah wadah silaturahmi dan komunikasi dua arah yang mempertemukan pimpinan kepolisian langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, menerima masukan, dan mencari solusi bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Kegiatan yang berlangsung hari ini, Jumat (24/04/2026) bertempat di Pujasera Perumahan Orchid, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, masuk dalam wilayah hukum Polsek Batam Kota. Dipilihnya tempat di tengah keramaian dan lingkungan pemukiman ini bertujuan agar semakin mudah diakses oleh warga, sehingga siapa saja bisa hadir dan menyampaikan apa yang menjadi isi hati dan perhatiannya.

Dimulai pukul 08.00 WIB, acara ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh para Pejabat Utama Polresta Barelang serta Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal, S.H., M.H. Kebersamaan dalam menjaga keamanan juga tampak dari kehadiran unsur TNI yang diwakili Babinsa Taman Baloi Sertu Nasution.

Hadir memeriahkan dan turut berpartisipasi pula berbagai elemen masyarakat, mulai dari Sekcam Batam Kota Tommy Army, Ketua MUI Kecamatan Batam Kota Ustadz Zamzuri, Kapuskesmas Baloi Permai Rois, para tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, hingga warga Perumahan Orchid Park dan sekitarnya. Kehadiran beragam lapisan ini menjadi bukti bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas aparat semata.

Dalam sambutannya, Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah bukti nyata perubahan pola pendekatan kepolisian. Dulu mungkin Polri cenderung menunggu laporan, kini justru mendatangi dan mencari tahu sendiri apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Jumat Curhat ini adalah jembatan hati antara Polri dan warga. Melalui forum ini, kami ingin warga tidak sungkan, tidak takut, dan terbuka menyampaikan segala persoalan yang ada di lingkungan masing-masing. Setiap masukan dan keluhan adalah bahan berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan dan kerja kinerja ke depannya,” ujar AKP Benny Syahrizal.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial belaka, melainkan komitmen rutin yang akan terus dilakukan di berbagai wilayah. Baginya, menjaga keamanan tidak bisa berjalan maksimal tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan dan dihadapi oleh masyarakat sehari-hari.

“Kami hadir di sini untuk mendengar. Kota Batam yang aman, harmonis dan kondusif adalah harapan kita semua. Dan untuk mewujudkannya, suara masyarakat adalah kompas yang menuntun langkah kami. Apa yang disampaikan hari ini akan kami catat, kami kaji, dan kami tindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” tegas Kombes Anggoro.

Sesi dialog berlangsung hangat dan terbuka. Warga dengan antusias menyampaikan berbagai hal yang menjadi perhatian, mulai dari permintaan agar patroli malam diperbanyak di kawasan perumahan guna mencegah tindak kejahatan, kekhawatiran akan maraknya peredaran narkoba dan bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga persoalan sehari-hari seperti ketertiban lalu lintas, maraknya kenakalan remaja, dan standar keamanan lingkungan.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan agar lebih sering diadakan sosialisasi hukum, pembinaan bagi petugas keamanan lingkungan atau security, serta meminta agar seluruh proses pelayanan di kepolisian berjalan transparan, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar.

Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Kapolresta memberikan tanggapan dan penjelasan secara komprehensif serta menawarkan solusi konkret. Ia menyatakan akan segera menambah intensitas dan titik patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan gangguan keamanan. Dalam upaya membasmi narkoba dan TPPO, akan diperkuat sinergi dan kerja sama dengan instansi terkait, serta melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk melakukan pendekatan preventif dan pembinaan, terutama kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh buruk.

“Keamanan paling kuat itu berasal dari kesadaran warga itu sendiri. Kami mengajak dan mendorong agar sistem keamanan lingkungan atau siskamling kembali digiatkan. Polri tidak bisa ada di setiap sudut jalan 24 jam, tapi jika warga saling menjaga dan peduli satu sama lain, maka kejahatan akan sulit berkembang,” pesannya.

Agar masyarakat semakin mudah melaporkan kejadian darurat atau gangguan kamtibmas, Kapolresta juga mengingatkan kembali tentang ketersediaan layanan Call Center 110. Layanan ini dapat dihubungi secara gratis, beroperasi selama 24 jam penuh, dan setiap laporan yang masuk akan langsung diteruskan ke petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti secepatnya.

Sebagai bagian dari edukasi hukum, ia juga menjelaskan beberapa ketentuan yang sering menjadi pertanyaan masyarakat. Di antaranya, bahwa kerugian akibat tindak pidana di bawah Rp2,5 juta tetap diproses hukum sebagai Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sehingga tidak ada kasus yang dianggap sepele. Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur juga ditegas dilarang keras karena melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan membahayakan keselamatan jiwa.

Tak hanya berbicara ke luar, Kapolresta juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengawasi kinerja internal. Jika ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran, tidak disiplin atau bertindak tidak benar, warga dipersilakan melaporkannya melalui fungsi Propam maupun jalur pengaduan resmi yang telah disediakan, dan dipastikan akan diproses secara tegas dan adil.

Di penghujung kegiatan, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono kembali menegaskan komitmen institusinya. “Prinsip kami adalah Polri hadir, Polri dekat, dan Polri melayani. Komunikasi seperti ini akan terus kami lakukan kapan saja dan di mana saja. Ingat, kunci utama keamanan Batam terletak pada sinergi, kepercayaan, dan kerja sama yang erat antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan yang penuh keakraban dan kekeluargaan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *