Cegah Talasemia Sejak Dini, Puskesmas Simbarwaringin Gencarkan Skrining Anak Usia 2 Tahun dan Pelajar Kelas 7

Lampung27 Dilihat

 

Lampung Tengah — Upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit talasemia terus digencarkan oleh drg. Dwi Krisnawati selaku Kepala Puskesmas Simbarwaringin. Melalui program skrining talasemia, pihak puskesmas kini aktif melakukan pemeriksaan kesehatan bagi balita usia 2 tahun serta anak sekolah kelas 7 di wilayah Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Selasa, 12 Mei 2026.

Program ini menjadi langkah penting dalam mendeteksi gangguan darah sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Skrining dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemeriksaan anemia menggunakan Hb Strip baik di puskesmas maupun langsung di sekolah.

“Deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih berat akibat talasemia. Karena itu kami mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih peduli terhadap kesehatan anak sejak usia dini,” ujar drg. Dwi Krisnawati, MKM.

 

Dalam pelaksanaannya, balita usia 2 tahun menjalani pemeriksaan anemia di Puskesmas menggunakan Hb Strip. Sementara siswa kelas 7 mendapatkan pemeriksaan serupa langsung di sekolah.

Apabila ditemukan balita mengalami anemia, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan darah lengkap. Sedangkan anak sekolah yang terdeteksi mengalami anemia sedang akan dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan.

Tidak berhenti sampai di situ, apabila hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan talasemia, anak akan dirujuk ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan Hb Elektroforesis sebagai penegakan diagnosis medis.

Puskesmas Simbarwaringin juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat. Kini akses deteksi dini semakin mudah melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia di puskesmas untuk balita usia 2 tahun dan di sekolah bagi anak kelas 7.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya talasemia semakin meningkat, sehingga generasi muda dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan terbebas dari risiko penyakit keturunan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *