Brigadir Arya Gugur Ditembak, Kapolda Lampung Murka: “Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Bersenjata!”

Lampung80 Dilihat

Bandar Lampung — Duka dan kemarahan menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Lampung setelah gugurnya Brigadir Arya Supena, anggota Ditintelkam Polda Lampung, dalam aksi baku tembak melawan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api pada Sabtu, 9 Mei 2026.

 

Peristiwa berdarah tersebut kini menjadi perhatian serius publik sekaligus alarm keras atas meningkatnya aksi kriminal bersenjata di wilayah Lampung. Polisi bergerak cepat memburu para pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran intensif.

 

Kapolda Lampung Helfi Assegaf menegaskan, tidak ada ruang kompromi bagi pelaku kekerasan yang berani menyerang aparat penegak hukum.

“Saya tegaskan, tidak ada toleransi. Tindakan tegas dan terukur akan dilakukan. Pelaku sudah sangat berani menggunakan senjata api dan menghilangkan nyawa anggota kami yang sedang menjalankan tugasnya,” tegas Irjen Pol Helfi Assegaf saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu (9/5/2026).

 

Selain memburu pelaku, polisi juga tengah mendalami dugaan hilangnya senjata api milik Brigadir Arya yang diduga dibawa kabur usai kejadian. Pihak kepolisian belum memastikan apakah senjata yang digunakan pelaku merupakan milik korban atau senjata yang memang telah dibawa para pelaku saat beraksi.

“Sedang kita lakukan penyelidikan terkait hilangnya senjata api milik Brigadir Arya. Ini lagi kita pastikan, apakah yang dibawa pelaku merupakan senjata milik anggota atau senjata milik pelaku sendiri. Yang pasti, pelaku juga membawa senjata api,” ujar Kapolda.

 

Kedatangan Kapolda Lampung ke RS Bhayangkara didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Lampung serta Kapolresta Bandar Lampung Alfred. Suasana haru tampak menyelimuti ruang jenazah saat penghormatan terakhir diberikan kepada Brigadir Arya Supena yang gugur saat menjalankan tugas negara.

 

Polda Lampung kini telah membentuk tim gabungan khusus untuk memburu pelaku hingga tertangkap. Aparat juga tengah menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan dalam aksi brutal tersebut.

 

Insiden ini memicu sorotan tajam masyarakat Bandar Lampung. Aksi curanmor yang semakin nekat dan kini menggunakan senjata api dinilai telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Keberanian pelaku menembak anggota polisi memperlihatkan bahwa kriminalitas jalanan di Lampung telah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan.

 

Publik pun mendesak aparat bergerak cepat menangkap pelaku dan membongkar jaringan kejahatan bersenjata yang mulai meresahkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *