Batam, Selasa 30 Juni 2026 – Dalam semarak Hari Bhayangkara ke‑80, Polda Kepulauan Riau membuka pintu seluas‑luasnya bagi kreativitas dan aspirasi masyarakat. Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., secara resmi meluncurkan Lomba Stand Up Comedy yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan langkah nyata mendekatkan Polri dengan berbagai lapisan warga. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh Irwasda Polda Kepri, seluruh Pejabat Utama, serta dewan juri dari Komunitas Stand Up Indo Batam.
Turut hadir pula peserta dari empat wilayah utama: Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang. Kehadiran mereka menjadi bukti antusiasme yang tinggi terhadap ruang ekspresi yang dibuka kepolisian.
Sebagai Ketua Pelaksana, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa lomba ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.
Tujuan utamanya jelas: memberi wadah bagi generasi muda menyalurkan bakat, melatih keberanian berbicara, serta mengasah kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan menyentuh.
Sebanyak 20 peserta bersaing secara sehat dan sportif. Mereka membawa materi yang beragam, mulai dari pengalaman pribadi, kehidupan sehari‑hari, hingga pandangan terhadap pelayanan publik dan keamanan lingkungan.
Wakapolda Kepri menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan. Ia menekankan bahwa seni seperti stand up comedy memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan secara luas.
“Stand up comedy bukan hanya tawa semata. Ia bisa menjadi jembatan menyampaikan kritik, gagasan, dan pesan moral yang membangun. Kami siap mendengar dan menerima masukan apa pun yang konstruktif,” tegasnya dengan tegas.
Polda Kepri menyatakan keterbukaan penuh terhadap segala bentuk saran dan kritik. Hal ini dianggap sebagai bahan bakar untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh warga Kepulauan Riau.
Jika antusiasme masyarakat terus terjaga, kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Pihak kepolisian berencana menjadikan lomba ini sebagai agenda rutin tahunan, sehingga terus melahirkan talenta baru.
Setelah melalui penilaian ketat dan objektif oleh dewan juri, akhirnya diumumkan para pemenang. Rio meraih Juara I, disusul Bean sebagai Juara II, Raul Juara III, dan Deon dinobatkan sebagai Juara Favorit.
Penghargaan diberikan secara layak: Juara I menerima Rp4.000.000, Juara II Rp3.000.000, Juara III Rp2.000.000, dan Juara Favorit Rp1.000.000, lengkap dengan piala dan piagam penghargaan.
Suasana acara berlangsung hangat, akrab, dan penuh tawa. Inilah wajah baru kepolisian yang ingin ditampilkan: dekat, terbuka, dan siap menjadi mitra sejati bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kabid Humas mengingatkan agar masyarakat tetap aktif menjaga keamanan. Segala laporan atau keadaan darurat dapat disampaikan kapan saja melalui Layanan Polisi 110 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berinovasi membangun hubungan harmonis. Lewat tawa dan kreativitas, tercipta kepercayaan yang semakin kokoh antara kepolisian dan warga Kepulauan Riau.
( SjR )






