Audiensi Ditolak, Ketua IPLI Geram: Ketegangan Memuncak di Kantor Wali Kota Metro, Dugaan Pemborosan Rp8 Miliar Siap Dilaporkan ke BPK

Lampung552 Dilihat

Metro — Niat baik untuk beraudiensi berubah menjadi ketegangan terbuka di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (2/3/2026). Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), Hermansyah TR, SH, geram setelah upaya bertemu Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, gagal terlaksana. Situasi bahkan nyaris berujung adu fisik.

 

Puluhan anggota IPLI yang datang sekitar pukul 09.15 WIB semula ingin menyampaikan langsung temuan dugaan pemborosan biaya rutin pemerintah daerah yang nilainya disebut mencapai Rp8 miliar. Anggaran tersebut diklaim tersebar di sedikitnya 15 dinas, mulai dari sektor pertanian, pekerjaan umum hingga keuangan dan aset.

Namun, alih-alih diterima untuk berdialog, rombongan IPLI justru disambut di depan kantor oleh Pelaksana Harian Sekda Metro, Kusbani, yang membawa secarik surat penjelasan. Isi surat menyebutkan bahwa permohonan audiensi yang dilayangkan pada Jumat (27/2/2026) baru tercatat masuk pada Senin (2/3/2026) karena Sabtu dan Minggu hari libur, sehingga audiensi harus dijadwalkan ulang.

Penjelasan itu memicu ketersinggungan Hermansyah. Ia menilai seharusnya pejabat pemerintah dapat bersikap lebih terbuka dan mengedepankan etika dialog.

“Sekda punya ruang kerja. Kenapa tidak dipersilakan masuk untuk duduk bersama membicarakan persoalan ini? Jangan seolah-olah menghindar,” tegas Hermansyah dengan nada tinggi.

Suasana sempat memanas. Sejumlah anggota IPLI tersulut emosi dan nyaris baku hantam dengan Plh Sekda. Beruntung aparat dari Polres Metro dan Satpol PP sigap melerai sehingga bentrokan fisik berhasil dicegah.

Hermansyah mengungkapkan, sebelum surat resmi diserahkan pada Jumat, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan melalui pesan WhatsApp kepada Wali Kota dan Plh Sekda terkait rencana audiensi tersebut. Ia menyayangkan respons yang dianggapnya tidak mencerminkan sikap bijak seorang pejabat publik.

“Seorang pejabat harus mampu menahan emosi dan tidak arogan. Kalau memang surat baru tercatat hari ini, ajak kami duduk bersama, bukan dibiarkan berdiri di luar seperti ini,” ujarnya keras.

Dalam orasinya selama hampir satu setengah jam, Hermansyah menegaskan bahwa IPLI tidak akan lagi menjadwalkan ulang audiensi. Ia bahkan menyatakan siap membawa persoalan dugaan pemborosan anggaran rutin tersebut ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apabila tidak ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Metro.

“Kalau tidak ada tindak lanjut, kami laporkan 15 dinas ke BPK. Ini uang rakyat, bukan untuk dihambur-hamburkan,” tandasnya.

Berkas temuan akhirnya diterima Kepala Kesbangpol Metro, Bangkit Haryo Utomo, yang menyatakan akan menindaklanjuti dokumen tersebut dan membuka ruang koordinasi lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik. Di tengah tuntutan transparansi anggaran, ketegangan di depan kantor wali kota justru memperlihatkan retaknya komunikasi antara pemerintah dan elemen masyarakat. Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kota Metro: membuka ruang klarifikasi atau menghadapi laporan resmi ke auditor negara.

Sampai dengan berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi resmi perihal ketegangan antara Ormas Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Metro dengan pemkot Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *