Cahaya Ramadhan Menembus Tembok Rutan Batam: Pesantren Kilat Buka Harapan Baru bagi Warga Binaan

Batam188 Dilihat

Batam — Intinews.com.
Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam pada Senin, 2 Maret 2026, saat pembukaan kegiatan pesantren kilat bagi warga binaan resmi digelar. Acara ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momen istimewa yang membawa cahaya Ramadhan ke balik tembok pembatas kebebasan, memberikan ruang bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memperbaiki diri.

Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Suya Kusuma, yang hadir dengan penuh semangat dan harapan besar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pesantren kilat ini adalah momentum berharga bagi warga binaan untuk memperkuat keimanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan memanfaatkan waktu pembinaan dengan sebaik-baiknya. Kata-katanya yang menyentuh hati langsung menyentuh jiwa para peserta, membuat suasana semakin terasa hangat dan penuh makna.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu warga binaan. Suara lantunan ayat-ayat suci itu menggema di seluruh ruangan, menghadirkan ketenangan yang luar biasa di tengah suasana rutan yang biasanya penuh dengan batasan. Setiap kata yang dibacakan seakan menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kedekatan dengan Allah SWT selalu bisa diraih, bahkan di balik jeruji besi.

Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan, dilakukan prosesi penyematan kalung tanda peserta kepada perwakilan warga binaan. Prosesi sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol kesiapan dan komitmen mereka untuk mengikuti seluruh rangkaian pesantren kilat dengan sungguh-sungguh. Mata-mata para peserta berbinar-binar saat menerima kalung tersebut, menunjukkan antusiasme dan keinginan kuat mereka untuk berubah menjadi lebih baik.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang memberikan motivasi dan siraman rohani yang mendalam. Penceramah menyampaikan pesan-pesan kebaikan, pengampunan dan harapan masa depan yang cerah, membuat para peserta terharu dan merenung. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata saat mendengar ceramah tersebut, menyadari betapa berharganya kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru dalam hidup.

Suasana semakin khusyuk saat acara dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta, petugas rutan dan tamu undangan memanjatkan doa dengan penuh khusyuk, memohon ampunan Allah SWT, kekuatan untuk menghadapi tantangan, dan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan. Doa itu seakan menjadi ikatan kasih yang menyatukan semua orang di ruangan itu, tanpa memandang status dan latar belakang.

Untuk menambah semarak acara, penampilan kompang dari warga binaan turut memeriahkan suasana. Tabuhan rebana yang berirama indah berpadu dengan lantunan shalawat yang merdu, menghadirkan nuansa religius yang hangat dan penuh kebersamaan. Tawa dan senyum bahagia terlihat di wajah para peserta, seakan melupakan sejenak beban dan kesedihan yang mereka rasakan selama berada di rutan.

Kegiatan pembukaan pesantren kilat ini menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji rutan, selalu ada ruang untuk berubah, belajar dan menumbuhkan harapan baru. Cahaya Ramadhan yang hadir di Rutan Batam tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga menerangi hati setiap warga binaan, memberikan mereka harapan dan semangat untuk menuju cahaya perubahan yang lebih baik di masa depan. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang indah bagi mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *