Dialog Strategis Batam 2026: Saat pemimpin duduk satu meja, Batam bicara masa depan

Batam83 Dilihat

Batam, Kamis (2/4/2026) – Suasana penuh kesungguhan mewarnai pelaksanaan Dialog Strategis Batam yang digelar di lingkungan BP Batam. Bukan sekadar seremoni atau agenda rutin, forum ini menjadi wadah nyata di mana arah kebijakan dan masa depan kota ini dirumuskan secara bersama-sama oleh para pemimpin kunci.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Kepulauan Riau, Kapolresta Barelang, Ketua BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta jajaran pejabat penting lainnya duduk bersanding dalam satu meja. Diskusi berlangsung cair namun sarat makna, mengusung tema besar “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026”.

Forum ini menjadi penegasan kuat bahwa kemajuan Batam tidak mungkin diraih jika masih berjalan sendiri-sendiri. Kini saatnya semua elemen membuang ego sektoral dan bergerak dalam satu irama yang sama.

Amsakar: Saatnya kerja nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas

Dalam paparannya, Ketua BP Batam, Amsakar Achmad, tampil sangat tegas dan penuh visi. Ia menekankan bahwa perbedaan antara stagnasi dan kemajuan terletak pada kekompakan seluruh pihak.

“Kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri, Batam akan jalan di tempat. Tapi kalau kita bergerak bersama, saya yakin Batam bisa melompat jauh,” tegasnya di hadapan para peserta.

Lebih jauh, Amsakar menegaskan bahwa kepemimpinan hari ini tidak hanya soal membuat kebijakan yang indah di atas kertas, tetapi tentang keberanian untuk turun, mendengar, dan bertindak cepat.

“Kita tidak butuh sekadar rencana besar yang tertulis rapi, kita butuh kerja nyata. Filosofinya sederhana: dengarkan masyarakat, pahami akar masalahnya, lalu eksekusi solusinya dengan cepat dan tepat,” ujar Amsakar dengan nada yang kuat dan memotivasi.

Ia pun mengingatkan bahwa tahun 2026 bukan sekadar angka atau target administratif belaka, melainkan sebuah tonggak sejarah dan ujian keseriusan seluruh pemimpin daerah.

“2026 itu bukan sekadar target di atas kertas. Ini soal komitmen—apakah kita benar-benar mau membawa Batam naik kelas, atau hanya sibuk dengan rutinitas tanpa arah yang jelas,” tegasnya.

Pernyataan ini mendapat respons hangat dan dukungan penuh dari seluruh pihak yang hadir, mencerminkan semangat baru dalam membangun Batam secara kolektif.

Keamanan fondasi, kekompakan kekuatan utama

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali posisi kepolisian sebagai garda terdepan yang menjaga stabilitas. Bagi pihaknya, keamanan adalah prasyarat mutlak bagi segala bentuk pembangunan.

“Tanpa stabilitas, tidak ada investasi yang berani masuk. Tanpa keamanan, tidak akan ada pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” menjadi garis tegas yang disampaikan untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif.

Di sisi lain, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga menekankan betapa pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan. Menurutnya, kekuatan terbesar dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan adalah soliditas di antara para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat.

Pesan kuat untuk masa depan

Di penghujung kegiatan, satu pesan yang sangat kuat tertanam di benak semua pihak yang hadir:

✅ Tidak ada lagi ruang untuk ego sektoral.
✅ Yang ada hanyalah gerak bersama demi kepentingan Batam.

Jika konsistensi dan semangat kebersamaan ini terus dijaga dan dijalankan, maka visi Batam 2026 bukan lagi sekadar mimpi indah, melainkan sebuah lompatan nyata yang pasti akan terwujud menuju masa depan yang lebih gemilang.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *