Diduga Culik dan Cabuli Bocah 9 Tahun, Oknum Kepala SPPG di Lampung Timur Ditangkap Polisi

Lampung223 Dilihat

Lampung Timur — Aparat kepolisian akhirnya menangkap seorang oknum Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial DD yang diduga terlibat dalam kasus penculikan sekaligus pencabulan terhadap seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kabupaten Lampung Timur.

Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan oleh Tim Tekab 308 bersama jajaran Polsek Purbolinggo pada Selasa (3/3/2026). Polisi mengamankan DD di area parkir sebuah minimarket di wilayah Kecamatan Purbolinggo setelah sebelumnya melakukan penyelidikan berdasarkan laporan keluarga korban.

Peristiwa yang menghebohkan warga tersebut diduga terjadi pada Kamis, 30 Januari 2026. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terduga pelaku awalnya membujuk korban dengan alasan meminta bantuan mengambil buku di sekolah. Namun korban justru dibawa menuju lokasi yang sepi di area persawahan.

Di lokasi tersebut, terduga pelaku diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban yang masih berusia di bawah umur. Setelah kejadian itu, keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku.

Kasus ini sontak memicu keprihatinan masyarakat. Pasalnya, DD diketahui menjabat sebagai Kepala SPPG, sebuah posisi yang seharusnya berkaitan dengan pelayanan pemenuhan gizi dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini terduga pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mendalami kronologi kejadian serta kemungkinan adanya korban lain.

Polisi menyatakan, apabila terbukti bersalah, terduga pelaku dapat dijerat dengan pasal terkait tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat.

Sementara itu, pihak terkait yang berwenang di lembaga SPPG telah diupayakan untuk dimintai konfirmasi terkait status dan posisi terduga pelaku. Namun hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi tersebut belum mendapatkan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *