Batam Intinews.com.
Komisi I DPRD Kota Batam menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan lahan dan UWTO yang selama ini dikeluhkan masyarakat Perumahan MKGR, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji. Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Batam, Rabu (10/9/2025).

RDP dipimpin langsung Musthofa dan Jimmy Siburian dengan menghadirkan BP Batam, Satpol PP, Camat, Lurah, serta perwakilan warga dari RW 07, 08, 09, 10, dan 24.
Dalam rapat tersebut, DPRD dengan tegas meminta BP Batam tidak lagi menunda-nunda.
“Setelah moratorium dibuka, agar segera direalisasikan. DPRD akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan komitmen BP Batam berjalan sesuai janji,” tegas pimpinan rapat.
BP Batam melalui Niko dan Siallangan menjawab bahwa pihaknya akan memanggil pengurus ormas MKGR terlebih dahulu sebelum menyampaikan prosedur dan persyaratan pengurusan UWTO kepada warga.

Namun, DPRD menekankan bahwa langkah itu harus segera diikuti dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Satpol PP melalui Jondri menyatakan siap mendukung langkah BP Batam, sedangkan Camat dan Lurah Wiwied Indarto bersama Sekcam berkomitmen membantu administrasi di lapangan.
Ketua RT Alirudin Hasibuan menyuarakan aspirasi keras warga MKGR.
“Kami seluruh warga MKGR mengharap rumah yang kami tempati bisa urus UWTO, bukan hanya PL yang 11,7 hektar itu saja. Kami mau seluruh rumah yang ada di perumahan MKGR tanpa kecuali,” tegas Alirudin.
Suasana rapat berjalan cukup alot dengan beberapa interupsi dari warga. Namun, komitmen DPRD untuk mengawal persoalan ini membuat warga merasa lebih tenang. Mereka bahkan memberikan tepuk tangan saat DPRD menegaskan posisinya sebagai pengawas.
Rapat menghasilkan kesimpulan: BP Batam diminta segera berkoordinasi dengan ormas MKGR dan mensosialisasikan prosedur UWTO tanpa diskriminasi. DPRD menegaskan akan memantau secara langsung setiap perkembangan di lapangan.
Warga pun pulang dengan harapan besar. Mereka percaya DPRD benar-benar berada di garda depan memperjuangkan hak mereka. (**)













