Hartoyo Tanggapi Opini “Dagelan”, Ingatkan Pentingnya Etika dan Tidak Menghakimi Sesama

Lampung213 Dilihat

 

Metro   —   Menanggapi tulisan opini berjudul “Dagelan” yang ditulis oleh Gustione Wong Katrok dan beredar di media sosial, Hartoyo menyampaikan bahwa sebuah opini hendaknya disampaikan secara bijaksana, tidak menimbulkan multitafsir, serta tidak mengarah pada penilaian yang dapat menyinggung pihak tertentu.

Buka link ini 👇👇👇

PELAJARI dan KUASAI MAKALAH DULU BARU ANGKAT BICARA , JANGAN SEPERTI TONG KOSONG BERBUNYI NYARING,.!!!?!!! https://suaranusantara.online/59680-2/

 

Menurut Hartoyo, isi tulisan tersebut memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat karena tidak menjelaskan secara gamblang siapa yang dimaksud dan kepada siapa arah kritik tersebut ditujukan.

“Kalau tulisan itu ditujukan kepada sesama wartawan, tentu banyak pihak yang bisa merasa tersinggung. Jangan sampai opini justru memperuncing persoalan yang sedang berkembang,” ujar Hartoyo, Senin (1/6/2026).

 

Ia juga mempertanyakan apakah opini tersebut memiliki keterkaitan dengan polemik pemberitaan yang belakangan berkembang terkait Kepala Kampung Ngesti Rahayu. Namun demikian, Hartoyo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berspekulasi dan berharap penulis dapat memberikan penjelasan yang lebih terang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Opini adalah hak setiap orang, tetapi jangan sampai menyinggung pribadi seseorang atau menghakimi pihak tertentu tanpa menyebutkan fakta yang jelas. Dampaknya bisa luas dan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di masyarakat,” katanya.

 

Hartoyo mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kemampuan, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda. Karena itu, tidak selayaknya seseorang mengukur kapasitas orang lain hanya berdasarkan sudut pandang pribadi.

“Jangan mudah menghakimi atau mengukur kemampuan seseorang. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna dalam kehidupan ini. Yang terpenting adalah saling menghargai, menjaga etika, dan membangun komunikasi yang baik,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Hartoyo menilai kritik yang konstruktif seharusnya disampaikan dengan argumentasi yang jelas, berbasis fakta, serta bertujuan untuk memperbaiki keadaan, bukan memicu perpecahan atau memperkeruh suasana.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai mengorbankan persaudaraan dan kebersamaan. Mari saling menghormati dan mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat, baik di media sosial maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Hartoyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *