Isu miring d’bos SD GMIM Tawaang, tantang Kalengkongan untuk bicara

Minsel33 Dilihat

Minsel, Inti-News.Com

Beredarnya isu lewat postingan Facebook para warga terkait penggunaan Dana Bos SD GMIM Tawaang, dengan dugaan penyelewengan menyeret nama kepala sekolah bahkan yayasan gereja, hal ini menantang Heisye G.M.Kalengkongan untuk bicara.

Heisye G.M.Kalengkongan M.Th, Kepala Sekolah sekaligus Pdt/Ketua Jemaat GMIM Tawaang angkat bicara. Kepsek saat di temui sejumlah media di kediamannya/rumah pastory pada 23 Januari 2026 Jumat kemarin, kepada media kepsek menjelaskan bahwa, terkait dana bos sebenarnya bagi saya ini bukanlah masalah karena isu yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan, artinya isu tersebut hoaxe atau tidak benar, tapi dengan postingan postingan warga yang di lebarkan lewat medsos kini sudah jadi sorotan publice atau mediaNet, saya hanya menyayangkan karena oknum oknum tersebut adalah anggota jemaat sendiri yang tidak sadar sudah merusak nama sekolah dan yayasan. Saya secara pribadi bukan asli warga Desa Tawaang tapi saya ingin membangun Desa Tawaang lewat dunia pendidikan. Kalau mau di tanya terkait dana bos itu tidak perlu di jelaskan panjang lebar karena  penggunaan dan penganggaran dana bos itu semua sudah di atur lewat aplikasi ARKAS, dan selesai itu juga ada LPJnya sebagai laporan ke Dinas, jadi apa yang mau dipersoalkan untuk penggunaannya tanya kepsek

Oplus_131072

Selain itu Kepsek menambahkan bahwa penggunaan dana bos sd GMIM Tawaang itu sudah sesuai aturan yang berlaku, dan apabilah ada kejanggalan sudah pasti dari awal dinas pendidikan inspektorat akan memberitahukan kepada kami, jadi kami mohon untuk warga masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi akan isu isu miring yang melebar di lingkup yayasan kita, saya bukan anti kritik, justru saya akan terima apabilah ini merupakan kritik evaluasi, yang pada dasarnya bisa menjadi PR bagi pengola sekolah tandas Kepsek

Sementara itu Novyanti Kawatu yang biasa di panggil Yanti sebagai operator sekolah dasar GMIM Tawaang juga menerangkan bahwa, Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) itu, penganggarannya sudah di atur lewat Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( ARKAS), sekedar di ketahui oleh masyarakat Tawaang Raya bahwa Ini adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola administrasi keuangan sekolah, dalamnya sudah termasuk perencanaan anggaran, pengelolaan kas, dan pelaporan keuangan, jadi untuk pengaturan keuangan dana bos sudah ada pos posnya, seperti:

Pembayaran honorarium guru dan staf sekolah, Pembelian alat tulis dan bahan habis pakai, workshop guru dan biaya lain-lain yang terkait dengan operasional sekolah. Perlu di ingat bahwa, sekolah kita adalah sekolah yayasan yang memiliki guru honor 6 orang, dan hanya 1 PNS, upah guru yang pertama-tama Kepala sekolah utamakan, kalaupun ada ATK yang mungkin belum sempat di belanjakan, itu sederhana saja karena hanya sebatas alat tulis yang habis pakai pasti akan di beli, kalau masyarakat ingin tau lebih jelas masalah keuangan silakan saja ke kantor Dinas karena semua ada LPJnya, karena Aplikasi Arkas ini juga digunakan untuk meningkatkan transparansi, jadi tidak Ada yang tertutup untuk pengelolaan keuangan sekolah jelas Kawatu

Postingan FB yang menarik perhatian media atas nama Alfian Kaeng mengatakan bahwa terkait anggaran pembangunan yang ada di SD GMIM desa Tawaang saya lebih tahu karena saya adalah tukangnya. Lewat postingan tersebut mengajak media ini untuk mengkonfirmasi akan ke kebenarannya, lewat postingan tersebut Alfianpun dihubungi media ini dan menjelaskan katanya, saya adalah Tukang bangunan/bas yang selalu mengerjakan akan segalah urusan yang berhubungan dengan bangunan, isu yang menguak juga mengatakan bahwa dana bos di peruntukan dalam memperbaiki bangunan/plafon itu juga tidak benar, karena anggaran yang sangat besar itu tidak mungkin akan di tanggulangi oleh dana bos, dan dana tersebut adalah anggaran yang di keluarkan oleh gereja jelasnya. Tim liputan INC-Minsel (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *