Jambret Beraksi di Pasar Bandar Jaya, Dua Prajurit Yonif 848 Bertindak Cepat, Pelaku Ditangkap dalam Hitungan Menit

Lampung16 Dilihat

 

Lampung Tengah — Aksi penjambretan handphone di kawasan Pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (3/2/2026) siang, berakhir gagal total. Dua prajurit Yonif TP 848/SPC yang kebetulan berada di lokasi langsung bergerak cepat mengejar pelaku hingga berhasil menangkapnya dalam hitungan menit.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban bernama Rizky, warga Bandar Jaya, berteriak meminta tolong setelah handphone miliknya dirampas. Teriakan itu terdengar oleh dua prajurit Yonif TP 848/SPC, Serda Joseph Christian dan Serda M. Chelsea Sigit W, yang saat itu berada di lokasi penjualan barang bekas tak jauh dari pasar.

Tanpa menunggu komando, kedua prajurit tersebut langsung berlari mengejar pelaku yang mencoba kabur di tengah keramaian. Aksi kejar-kejaran berlangsung menegangkan. Dalam jarak sekitar 300 meter dari titik awal, pelaku akhirnya berhasil diringkus.

Untuk menghindari amukan massa yang mulai berdatangan, kedua prajurit segera mengamankan pelaku ke rumah warga terdekat. Handphone milik korban pun berhasil diselamatkan dan dikembalikan.

Danyon TP 848, Letkol Inf Dewa Gede Mahendra, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengapresiasi tindakan cepat anggotanya yang sigap membantu warga.

“Anggota kami bertindak secara refleks setelah mendengar teriakan korban. Ini murni naluri prajurit untuk membantu masyarakat yang sedang dalam bahaya,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, prajurit Yonif TP 848 selalu ditanamkan sikap sigap dan peduli terhadap situasi di tengah masyarakat.

“Saya selalu menekankan kepada prajurit agar peka terhadap lingkungan. Jika ada warga membutuhkan pertolongan, segera bantu sesuai kemampuan,” tegasnya.

Meski pelaku berhasil diamankan, kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Korban dan pelaku sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan dimediasi aparatur desa setempat. Barang milik korban pun telah kembali.

“Penyelesaian secara kekeluargaan merupakan hak korban. Yang terpenting, situasi berhasil dikendalikan dan tidak terjadi tindakan anarkis,” jelas Dewa Gede.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kejahatan jalanan, terutama di kawasan ramai seperti pasar.

“Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.

Usai memastikan situasi aman, kedua prajurit tersebut melaporkan kejadian kepada komandan satuan dan kembali melanjutkan aktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *