Kalapas Kelas IIA Metro Klarifikasi Perselisihan dengan Wartawan, Tegaskan Tak Ada Niat Mengancam dan Sampaikan Permintaan Maaf

Lampung187 Dilihat

METRO – Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tunggul Buono, A.Md., S.IP., SH., MH., memberikan klarifikasi langsung terkait perselisihan yang sempat terjadi dengan tiga wartawan dan viral di sejumlah pemberitaan. Klarifikasi tersebut disampaikan di ruang kerjanya, Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi Gusvendra P., A.Md.IP., SH., MH.

Dalam penjelasannya, Tunggul menyampaikan bahwa pada Selasa (3/3/2026), dirinya sedang menjalankan agenda padat, mulai dari kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan hingga zoom meeting kedinasan. Karena itu, petugas penjagaan meminta wartawan yang datang untuk menunggu hingga kegiatan selesai.

Menurutnya, penjaga pintu hanya menjalankan perintah pimpinan dan situasi saat itu terjadi miskomunikasi yang berujung pada kesalahpahaman. Perselisihan paham antara petugas gerbang dan awak media membuat dirinya akhirnya keluar untuk menemui langsung ketiga wartawan tersebut.

Tunggul menegaskan, selama bertugas di berbagai daerah, dirinya selalu berupaya membina hubungan baik dengan insan pers, termasuk dengan salah satu wartawan yang hadir pada hari kejadian.

“Hubungan kami selama ini baik. Tidak ada persoalan pribadi,” ujarnya.

Terkait pernyataan yang sempat dipersoalkan, ia menjelaskan bahwa kata “mati” yang diucapkannya bukanlah ancaman, melainkan kiasan bahasa. Ia bermaksud menggambarkan bahwa hubungan baik yang telah terjalin selama ini seolah “mati rasa” karena muncul kesan tidak adanya pemahaman terhadap padatnya tugas dan tanggung jawab kepala lapas.

“Atas ketidaknyamanan yang terjadi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada ketiga wartawan tersebut secara khusus, dan kepada seluruh wartawan di Indonesia secara umum,” tegasnya.

Permintaan maaf tersebut disampaikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sikap gentleman dalam menyikapi polemik yang berkembang.
Apresiasi atas langkah klarifikasi dan keterbukaan itu disampaikan oleh Dwi Hartoyo, wartawan intinews.com. Ia menilai sikap Kalapas yang bersedia menerima dan berdialog langsung menjadi contoh bahwa persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Permasalahan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai pada Rabu (04/03/2026), dengan kesepahaman untuk memperbaiki komunikasi dan menjaga hubungan profesional ke depan.

Peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama bahwa dalam dinamika kerja yang padat dan penuh tekanan, pejabat publik maupun insan pers tetap perlu mengedepankan kesantunan, kesabaran, dan dialog agar tidak terjadi kesalahpahaman yang melebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *