Kapolsek Belakang Padang Kenalkan Diri, Bangun Sinergi Lewat Coffee Morning

Batam63 Dilihat

BATAM — Kedekatan adalah fondasi keamanan yang kokoh. Itulah semangat yang ditunjukkan Kapolsek Belakang Padang yang baru, AKP Rio Ardian, S.H., M.H., saat menggelar silaturahmi coffee morning bersama Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di Kedai Kopi Pendi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 09.00 WIB dihadiri Wakapolsek Ipda Denny Aryanto, jajaran perwira, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan warga dari Kelurahan Tanjung Sari dan Sekanak Raya. Pertemuan ini bukan sekadar perkenalan, melainkan ruang dialog terbuka di mana warga dapat menyampaikan harapan dan keluhan langsung kepada pimpinan kepolisian setempat.

“Tak kenal maka tak sayang. Saya izin memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Belakang Padang yang baru. Saya mohon dukungan Bapak/Ibu untuk kita sama-sama menjaga keamanan kampung kita tercinta,” ujar AKP Rio Ardian membuka pertemuan.

Kapolsek juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan wilayah ini — dirinya pernah menempuh pendidikan SD dan SMP di Belakang Padang. “Bagi saya, wilayah ini sudah seperti rumah sendiri. Karena itu, urusan keamanan di sini adalah urusan keluarga,” tuturnya. Ia mengajak warga tak ragu menyampaikan saran, kritik, maupun informasi apa pun yang berkaitan dengan ketertiban lingkungan.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan terbuka. Ketua RW Tanjung Sari, Miran, menyampaikan perhatian terkait aktivitas remaja yang masih sering berkumpul hingga larut malam. Meski demikian, ia juga memberikan apresiasi atas respons cepat Polsek dalam melancarkan akses ambulans Puskesmas di kawasan pelabuhan — bukti pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Tokoh masyarakat Kasman menyoroti kebisingan akibat penggunaan knalpot tidak standar oleh sejumlah pengendara muda. Di kawasan pemukiman padat dengan rumah yang berdekatan dan berada di atas pelantar, suara bising bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan juga berpotensi mengganggu ketenangan warga secara berkelanjutan. “Kami mohon ketegasan dalam penertibannya,” pinta Kasman.

Dari kalangan tokoh pemuda, Yusuf Suhaili mengapresiasi keterbukaan Polsek, namun menyampaikan kekhawatiran atas pencurian barang berharga — termasuk tabung gas — yang diduga melibatkan remaja dan anak di bawah umur. Ia juga meminta perhatian terhadap dugaan keterkaitan dengan peredaran narkoba agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Mendengar seluruh masukan, Kapolsek Belakang Padang menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Terima kasih atas kepedulian Bapak/Ibu sekalian. Kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kinerja dan pelayanan agar situasi keamanan tetap terjaga kondusif,” ujarnya. Ia menegaskan pengawasan terhadap potensi kriminalitas dan peredaran narkoba akan diperketat.

“Kami membuka diri 24 jam. Kapan pun warga memiliki informasi, silakan sampaikan. Kita jaga kampung ini bersama-sama,” tegas Kapolsek. Komunikasi dua arah seperti ini dinilai penting agar kepolisian tidak bekerja sendiri, melainkan beriringan berdampingan dengan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dalam suasana kekeluargaan. Polsek Belakang Padang mengimbau masyarakat tetap menyampaikan informasi atau laporan melalui layanan Polisi 110 kapan pun dibutuhkan.

Kehadiran Kapolsek yang baru langsung turun ke tengah masyarakat, bukan menunggu di balik meja kantor, menjadi sinyal awal yang menumbuhkan harapan: keamanan bukan urusan aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama antara kepolisian dan seluruh warga.

( SjR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *