Metro — Upaya awak media melakukan konfirmasi langsung ke pihak RSUD Ahmad Yani Metro terkait berbagai kritik masyarakat di media sosial justru menimbulkan tanda tanya baru.
Pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB wartawan mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi mengenai keluhan pelayanan yang ramai diperbincangkan publik. Namun hingga lebih dari satu jam menunggu, pihak humas rumah sakit disebut belum juga menemui awak media dengan alasan masih mengikuti rapat.
Sementara itu, Direktur RSUD Ahmad Yani Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes
melalui pesan whatsapp menyampaikan agar datang langsung ke humas rumah sakit.
“Kalau mau konfirmasi dengan humas saja,” ujar Direktur RSUD Ahmad Yani Metro, dr. Eko, singkat. Minggu, 17/05/2026.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan awak media dan masyarakat. Di tengah sorotan publik terkait pelayanan rumah sakit, akses memperoleh informasi dan klarifikasi dinilai seharusnya dapat dilakukan secara terbuka dan responsif.
Terlebih, rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, khususnya ketika muncul berbagai keluhan yang menjadi perhatian luas di media sosial.
Sikap tertutup atau lambannya respons terhadap media dikhawatirkan justru memunculkan persepsi negatif baru di tengah masyarakat. Padahal, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan.
Publik kini menanti langkah evaluasi dan penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait berbagai kritik pelayanan yang berkembang, sekaligus berharap adanya perbaikan nyata demi pelayanan kemanusiaan yang lebih baik di Kota Metro.
Sampai dengan berita ini terbit, Direktur RSUD Ahmad Yani belum memberikan jawaban resmi terkait ini.











