Lampung Tengah — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, kembali menuai sorotan tajam. Dengan jumlah penerima mencapai 2.500 orang, pelaksanaan program yang sejatinya menyasar peningkatan gizi masyarakat itu justru dikeluhkan karena kualitas menu yang diduga nyaris basi dan tidak layak konsumsi. Senin, 26/01/2026.
Keluhan tersebut mencuat dari sejumlah pihak, termasuk lingkungan posyandu, yang menilai menu lauk dan sayur MBG tidak mencerminkan standar gizi maupun kelayakan makanan untuk masyarakat, terlebih bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Indah Mutiara selaku Kepala Dapur MBG Kampung Totokaton belum juga memberikan keterangan resmi kepada awak media. Sikap bungkam ini memicu tanda tanya besar dan memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam tata kelola dapur MBG di wilayah tersebut.
Padahal, program MBG dibiayai oleh anggaran negara dan menyangkut hajat hidup ribuan penerima. Transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan ketat menjadi keharusan mutlak, bukan pilihan. Ketika kualitas makanan dipertanyakan dan penanggung jawab memilih diam, publik berhak curiga: ada apa di balik dapur MBG Totokaton?
Sejumlah pihak mendesak instansi terkait dan aparat pengawas untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi ke penerima manfaat. Jika benar ditemukan pelanggaran, maka tindakan tegas harus diambil tanpa kompromi.
Program yang bertujuan menyehatkan rakyat tidak boleh berubah menjadi ancaman kesehatan, apalagi dijalankan dengan sikap tertutup dan abai terhadap kritik publik. Media akan terus mengawal dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak dapur MBG maupun dinas terkait.










