Lampung Tengah — Duka menyelimuti warga Kampung Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Seorang petani lanjut usia bernama Suwardi (79), yang akrab disapa Mbah Gopong, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Punggur Utara, Kamis malam, 4 Juni 2026.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu sebelumnya diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 17.00 WIB untuk mencari rumput sebagai pakan ternak peliharaannya. Namun hingga menjelang Magrib, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Merasa khawatir, keponakan korban, Sarino alias Inok bersama warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat korban biasa mencari rumput di pinggiran aliran Sungai Punggur Utara.
Berdasarkan keterangan saksi, diduga korban terpeleset saat berada di tepi sungai dan terjatuh ke aliran sungai yang saat itu sedang berarus deras. Kondisi korban yang sudah lanjut usia dan tidak dapat berenang diduga membuatnya langsung tenggelam dan terseret arus.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kampung, Polsek Trimurjo, Koramil Trimurjo serta meminta bantuan tim Basarnas untuk melakukan pencarian.
Setelah upaya pencarian yang berlangsung selama kurang lebih lima setengah jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 23.44 WIB, sekitar 500 meter dari titik awal diduga terjatuh. Pemeriksaan awal yang dilakukan tenaga medis, Supiyanto, Amd.Kep, memastikan korban telah meninggal dunia.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Umbul Menjeng 19 Polos, Kampung Purwoadi, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan pada Jumat, 5 Juni 2026, di TPU 19 Polos Kampung Purwoadi.
Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., SH,. MH, Kapolsek Trimurjo AKP Admar, S.Pd., mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan koordinasi dengan aparat terkait, serta membantu proses pencarian korban hingga berhasil ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Duka mendalam pun mengiringi kepergian Mbah Gopong yang hingga akhir hayatnya masih berjuang mencari pakan ternak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.












