Menuju WBBM 2026, Lapas Batam Paparkan 7 Inovasi Unggulan Saat Dievaluasi Inspektorat Kemenimipas

Berita149 Dilihat

Batam.Intinews.com – Langkah strategis Lapas Batam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan pelayanan publik yang prima kembali diuji. Pada Selasa (12/5/2026), lembaga pemasyarakatan setempat menerima kunjungan dan penilaian resmi dari Tim Penilai Internal Tim 9 Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.

Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batam, Yosafat Rizanto, didampingi seluruh jajaran tim pembangunan Zona Integritas. Evaluasi ini bertujuan meninjau kesiapan serta implementasi nyata reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga pembentukan budaya kerja yang berintegritas di lingkungan Lapas Batam.

Dalam pemaparan pembukanya, Yosafat Rizanto menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas dan pencapaian predikat WBBM bukan sekadar formalitas administrasi atau dokumen belaka. Menurutnya, nilai-nilai birokrasi bersih dan melayani harus tertanam kuat menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam setiap pelayanan dan tugas harian kepada masyarakat serta warga binaan.

“Seluruh jajaran Lapas Batam berkomitmen penuh untuk senantiasa menghadirkan pelayanan yang Transparan, Cepat, dan Humanis. Penilaian ini menjadi pemicu semangat kami untuk terus berbenah, salah satunya ditandai dengan kehadiran 7 inovasi unggulan yang telah kami luncurkan demi kemudahan layanan,” tegas Yosafat Rizanto.

Tujuh Inovasi Unggulan Perkuat Layanan
Dalam pemaparannya, Lapas Batam menampilkan tujuh terobosan inovasi yang menjadi keunggulan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik, antara lain: SLIR, Informasi Digital, Si-Mael, Pengaduan Berbasis Whatsapp, Biogas, Si Omega, dan E-Trolling. Berbagai program ini dirancang khusus untuk mempermudah akses informasi, mempercepat pelayanan, membuka jalur pengaduan, hingga mendukung program lingkungan hidup dan pembinaan warga binaan.

Proses penilaian berlangsung secara mendalam dan komprehensif. Selain paparan materi, tim penilai juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan secara virtual, mengelilingi seluruh titik layanan utama di lingkungan Lapas Batam. Fokus evaluasi diarahkan pada enam area perubahan utama pembangunan Zona Integritas, yaitu: manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh semangat kolaborasi antara tim penilai dan tata kelola Lapas Batam. Hasil evaluasi ini diharapkan semakin memperkuat fondasi serta komitmen seluruh elemen di Lapas Batam untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang profesional, berintegritas tinggi, dan benar-benar layak menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *