Pangdam XXI/Radin Inten Naikkan Status Siaga: Tegaskan Prajurit Tak Boleh Lengah Hadapi Dampak Konflik Global

Lampung212 Dilihat

Bandar Lampung — Komando tegas digaungkan dari Lapangan Satlog Way Halim. Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, memimpin langsung Apel Siaga I sebagai sinyal kuat bahwa seluruh jajaran Kodam XXI/Radin Inten harus berada dalam kesiapan penuh.

Apel Siaga I bukan sekadar rutinitas seremonial. Ini adalah tingkat kesiapsiagaan tertinggi yang menuntut respons cepat, disiplin ketat, serta kontrol menyeluruh terhadap personel, perlengkapan, hingga sistem komando. Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa dinamika keamanan global, termasuk memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah, berpotensi memberi dampak tidak langsung terhadap stabilitas nasional.

“Tidak ada ruang untuk lengah. Setiap prajurit harus siap digerakkan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya di hadapan jajaran pejabat utama dan para komandan satuan.

Kesiapan Total, Bukan Formalitas
Pangdam menginstruksikan agar pengecekan personel dan materiil dilakukan secara riil dan terukur. Mulai dari kesiapan pasukan reaksi cepat, ketersediaan logistik, hingga sistem pengamanan aset vital harus dipastikan dalam kondisi optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa situasi global yang dinamis menuntut kewaspadaan ekstra, bukan kepanikan. Prajurit diminta tetap profesional, menjaga moral, serta memperkuat soliditas internal satuan.

Stabilitas Daerah Jadi Prioritas
Wilayah teritorial Kodam XXI/Radin Inten yang meliputi Provinsi Lampung dan Bengkulu memiliki posisi strategis. Oleh karena itu, stabilitas keamanan daerah menjadi harga mati. Pangdam menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga kondusivitas.

Apel Siaga I ini sekaligus menjadi pengingat bahwa TNI, khususnya jajaran Kodam XXI/Radin Inten, hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah.

Di tengah gejolak dunia yang belum sepenuhnya stabil, satu pesan Pangdam jelas: kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kewajiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *