Pemko Batam percepat transformasi pengelolaan sampah, libatkan swasta lewat skema kerja sama strategis

Batam35 Dilihat

Batam, Rabu (1/4/2026) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus bergerak cepat melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem pengelolaan sampah. Salah satu langkah kunci yang ditempuh adalah melalui skema kerja sama dengan pihak swasta, guna mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan lingkungan hidup di kota ini.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kejelasan pembagian peran antara pemerintah dan mitra kerja sama. Hal ini dilakukan agar seluruh proses pengelolaan sampah dapat berjalan efektif, terukur, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Melalui kerja sama dengan pihak swasta, kita harapkan sumber daya dan teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun, yang paling penting adalah pembagian peran yang jelas agar tidak ada tumpang tindih dan setiap tahapan berjalan sesuai target,” ujar Li Claudia.

Untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, Pemko Batam telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan secara bertahap namun berkelanjutan:

Langkah strategis wujudkan Batam bebas sampah teratur

– Pengelolaan berbasis zona: Wilayah Batam akan dibagi menjadi beberapa zona pengelolaan untuk memudahkan pengawasan, pengumpulan, serta penanganan sampah yang lebih terarah dan menyeluruh.

– Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST): Pembangunan fasilitas ini menjadi prioritas agar sampah dapat diolah langsung di lokasi atau wilayah terdekat, mengurangi beban transportasi dan risiko pencemaran, serta memaksimalkan nilai manfaat dari sampah.

– Digitalisasi sistem monitoring: Pemanfaatan teknologi digital diterapkan untuk memantau pergerakan armada pengangkutan, volume sampah, hingga kinerja pengelolaan secara real-time.

– Penataan ulang menuju tanpa TPS terbuka: Pemko berkomitmen menghilangkan sistem Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang bersifat terbuka dan seringkali menjadi sumber pencemaran.

Selain langkah-langkah di atas, pengembangan dan perbaikan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Punggur juga terus dikebut agar memenuhi standar operasional yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, sistem retribusi pelayanan persampahan juga akan diintegrasikan dalam satu sistem yang terpadu, demi transparansi serta keberlanjutan pendanaan.

Target: Menjadi percontohan nasional

Melalui seluruh upaya dan strategi ini, Pemko Batam menargetkan tidak hanya menyelesaikan permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan, tetapi juga menjadikan Batam sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *