Personel Polsek Sekupang berhasil bawa turun pria yang melakukan percobaan bunuh diri di atas tower setelah 3 hari

Batam129 Dilihat

Batam,   Jumat (27/03/2026) – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sekupang melalui upaya penyelamatan yang dilakukan secara terus-menerus selama tiga hari berturut-turut, berhasil membujuk seorang pria yang melakukan percobaan bunuh diri dengan cara memanjat tower listrik yang berada di sebelah kompleks Masjid Baiturrahman, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Pria tersebut berhasil turun dengan kondisi fisik yang masih stabil meskipun telah menghabiskan waktu lama di atas tower tanpa makan dan minum yang cukup.

Korban yang bernama Iman Nurpa (32 tahun), seorang laki-laki dewasa yang bekerja sebagai petugas kebersihan sementara di lingkungan masjid dan berdomisili di mess yang disediakan oleh Majelis Dakwah Masjid Baiturrahman Sekupang, pertama kali terlihat berada di atas tower setinggi sekitar 25 meter oleh salah satu warga yang sedang lewat di sekitar lokasi pada Rabu malam (25/03/2026) sekitar pukul 20.40 WIB. Warga tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi terdekat sebelum akhirnya informasi tersebut sampai ke Polsek Sekupang.

Berdasarkan keterangan dari kepala mess tempat korban tinggal, Iman telah menunjukkan tanda-tanda tidak biasa selama sekitar dua minggu terakhir sebelum kejadian. “Belakangan ini dia sering terdiam sendiri, jarang berbicara dengan teman-teman sekamar, dan terkadang terlihat menangis sendirian di kamar. Kami kira hanya masalah kecil, jadi tidak kami pikirkan terlalu dalam,” ujar salah satu petugas masjid yang tidak ingin disebutkan namanya. Selain itu, dari hasil informasi yang dihimpun oleh tim penyelamat di lokasi, korban diduga mengalami tekanan mental akibat depresi yang disebabkan oleh masalah ekonomi dan hubungan keluarga yang tidak harmonis dengan orang tuanya di kampung halamannya di Sumatera Utara.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, S.H., M.H langsung memerintahkan personel untuk segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban sedang duduk di salah satu struktur baja tower dengan posisi yang cukup berbahaya, bahkan beberapa kali menunjukkan tanda-tanda hendak melompat ke bawah. Upaya awal yang dilakukan oleh petugas adalah melakukan pendekatan persuasif dengan cara berkomunikasi dari bawah tower, memberikan kata-kata penghiburan dan janji untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Dalam proses penanganan yang berlangsung selama tiga hari, Polsek Sekupang tidak bekerja sendiri melainkan melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Tim SAR Kota Batam ditempatkan untuk membantu mengevaluasi kondisi struktur tower dan menyusun rencana evakuasi yang aman jika diperlukan. Selain itu, Basarnas Kota Batam juga memberikan dukungan dalam hal peralatan dan tenaga ahli untuk menangani situasi darurat seperti ini, sementara Brimob Polda Kepri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi agar tidak ada kerumunan yang dapat memperparah kondisi korban.

Selama tiga hari tersebut, tim penyelamat tidak pernah meninggalkan lokasi, bahkan bekerja secara bergilir untuk terus melakukan komunikasi dengan korban. Petugas juga berusaha menghubungi keluarga korban di kampung halaman untuk memberikan dukungan melalui telepon, di mana keluarga tersebut akhirnya menyampaikan pesan penghiburan dan meminta Iman untuk turun dari tower. “Kami juga memberikan makanan dan minuman melalui cara yang aman ke atas tower, meskipun awalnya sebagian besar ditolak oleh korban. Namun sedikit demi sedikit, dia mulai mau menerima dan menunjukkan tanda-tanda lebih tenang,” jelas salah satu personel yang terlibat dalam penyelamatan.

Usaha yang dilakukan secara konsisten dan penuh kesabaran akhirnya membuahkan hasil pada hari Jumat sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah hampir tiga jam berkomunikasi pada hari itu, korban akhirnya bersedia untuk turun dan di bantu oleh petugas menggunakan peralatan keamanan yang telah disiapkan. Setelah berhasil dievakuasi dan berada di tanah yang aman, korban langsung diberikan pertolongan pertama oleh petugas kesehatan yang telah standby di lokasi.

Pada pukul 12.05 WIB, korban selanjutnya dibawa oleh personel Polsek Sekupang bersama dua orang anggota Majelis Dakwah Masjid Baiturrahman ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Batam. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik dan mental korban secara lebih mendalam, termasuk melakukan pengecekan terkait kemungkinan penggunaan zat narkotika yang mungkin menjadi faktor penyebab kondisi depresi yang dialaminya.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelamatan ini. “Kami sangat bersyukur bahwa proses penyelamatan berjalan dengan lancar dan korban dapat turun dengan selamat. Kasus seperti ini membutuhkan pendekatan yang sangat hati-hati dan penuh rasa kemanusiaan, karena kita tidak hanya menangani situasi darurat tetapi juga kondisi emosional korban yang sedang tidak stabil,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban dan memberikan dukungan yang diperlukan bersama dengan pihak terkait.

Selama rangkaian kegiatan penyelamatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali. Petugas yang bertugas di lokasi juga berhasil mengarahkan lalu lintas dan menghentikan aktivitas yang tidak perlu di sekitar area tower agar tidak mengganggu proses penyelamatan. Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti nyata akan kesigapan, kerja sama yang baik antar lembaga, serta pendekatan humanis yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Polsek Sekupang, dalam menangani setiap kasus yang melibatkan keselamatan jiwa masyarakat.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *