Personel Pos Pam Jembatan 1 Barelang berhasil gagalkan percobaan bunuh diri seorang perempuan

Batam180 Dilihat

Batam, Personil Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan 1 Barelang menunjukkan kepekaan dan respon cepat dalam menangani kasus dugaan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial C (21 tahun) pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Tindakan sigap yang dilakukan oleh petugas kepolisian tersebut tidak hanya berhasil menyelamatkan nyawa korban, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menangani situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.

Siaran Pers resmi yang diterbitkan oleh Humas Polresta Barelang dengan Nomor 366/III/HUM.6.1.1/2026/Si Humas pada Kamis (26/03/2026) menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 19.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), ketika korban memesan jasa ojek online dari kawasan Bengkong, Kota Batam, dengan tujuan akhir Jembatan 1 Barelang. Selama perjalanan menuju lokasi tujuan, pengemudi ojek online yang tidak disebutkan namanya tersebut mendengar percakapan korban melalui perangkat telepon genggamnya yang menunjukkan kondisi emosional yang sangat tidak stabil. Korban terlihat menangis dan menyampaikan pernyataan yang mengindikasikan niat untuk mengakhiri hidupnya, termasuk kalimat agar dirinya tidak dicari lagi oleh seseorang yang dipercaya dekat dengannya.

Menyadari bahwa situasi yang dihadapi merupakan potensi ancaman terhadap keselamatan jiwa korban, pengemudi ojek online tersebut secara cerdas memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju Jembatan 1 Barelang seperti yang diminta korban. Sebagai gantinya, ia membawa korban langsung ke Pos Pam 909 K Square yang berada di jalur perjalanan untuk meminta bantuan dari personil kepolisian yang bertugas di lokasi tersebut.

“Pengemudi ojek online tersebut menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Ia tidak hanya memikirkan tugasnya sebagai pengemudi, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab untuk membantu seseorang yang dalam kesusahan. Inilah bentuk sinergi yang indah antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keselamatan warga,” ujar salah satu petugas yang bertugas di Pos Pam 909 K Square saat dihubungi secara terpisah.

Setibanya di Pos Pam 909 K Square, personil kepolisian segera melakukan pendekatan secara hati-hati dan persuasif kepada korban. Petugas berusaha menenangkan kondisi emosional korban serta memberikan imbauan agar tidak melanjutkan niatnya untuk pergi ke Jembatan Barelang. Namun, meskipun telah diberikan berbagai penjelasan dan dukungan emosional, korban tetap bersikeras untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang menjadi tujuan awalnya.

Menindaklanjuti laporan yang diterima dari Pos Pam 909 K Square, Koordinator Pos Pam Jembatan 1 Barelang segera memberikan instruksi kepada seluruh personil yang bertugas untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Petugas diminta untuk tetap waspada dan mengawasi setiap kendaraan yang melintas di sekitar kawasan jembatan, khususnya kendaraan ojek online yang membawa penumpang berpotensi seperti yang dilaporkan.

Sekitar pukul 20.22 WIB, tepat ketika kendaraan ojek online yang membawa korban melintas di depan Pos Pam Jembatan 1 Barelang, personil yang telah siap siaga langsung melakukan tindakan cepat dan tepat. Petugas dengan sopan namun tegas menghentikan kendaraan tersebut, kemudian mengajak korban beserta pengemudi untuk masuk ke dalam area Pos Pam untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Di dalam Pos Pam Jembatan 1 Barelang, personil kepolisian menerapkan pendekatan yang sangat humanis dalam menangani korban. Petugas tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga melakukan komunikasi yang mendalam untuk mengetahui akar permasalahan yang dialami korban serta memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan. Selain itu, pihak kepolisian juga segera melakukan langkah preventif dengan menghubungi keluarga korban serta beberapa rekan kerja atau teman dekatnya untuk datang ke lokasi Pos Pam.

Kepala Pos Pam Jembatan 1 Barelang yang juga menjabat sebagai Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, S.H., menjelaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam menangani kasus seperti ini. “Kami sangat menyadari bahwa setiap kasus yang menyangkut niat bunuh diri pasti memiliki latar belakang masalah yang kompleks. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada pencegahan tindakan yang membahayakan, tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan oleh korban dengan cara yang penuh rasa hormat dan empati,” ujar Iptu Anwar Aris dalam keterangan resmi yang disampaikannya.

Menurutnya, keberhasilan dalam menangani kasus ini tidak lepas dari kerja sama yang baik dan sinergi antar personil kepolisian yang bertugas di berbagai pos pam di wilayah Barelang. “Setiap personil yang terlibat dalam penanganan kasus ini telah menunjukkan profesionalisme dan kecepatan dalam mengambil tindakan. Tanpa kerja sama yang solid antara Pos Pam 909 K Square dan Pos Pam Jembatan 1 Barelang, mungkin tidak akan kita capai hasil yang seperti ini,” tambahnya.

Setelah melalui proses pendekatan dan komunikasi yang intensif selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya berhasil diyakinkan untuk tidak melanjutkan niatnya untuk melakukan percobaan bunuh diri. Kondisi emosional korban mulai menunjukkan perbaikan dan ia juga bersedia untuk berkomunikasi lebih terbuka dengan pihak keluarga serta rekan-rekannya yang telah tiba di lokasi Pos Pam.

Setelah memastikan kondisi korban telah stabil dan aman, pihak kepolisian menyerahkan korban kepada dua orang rekan kerjanya yang telah datang untuk menjemputnya. Korban kemudian dibawa kembali ke kediaman keluarganya yang berada di kawasan Bengkong Sadai, Kota Batam, dengan diimbau agar pihak keluarga memberikan perhatian dan dukungan yang lebih intensif kepada korban guna membantu mengatasi masalah yang sedang dihadapinya.

Kepala Bidang Humas Polresta Barelang, AKP Dedi Susanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional orang di sekitarnya. “Kita tidak pernah tahu apa yang sedang dialami oleh orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu memiliki rasa empati dan kesediaan untuk membantu sesama ketika melihat ada orang yang sedang dalam kesusahan. Selain itu, pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan kapasitas personil dalam menangani kasus-kasus serupa dengan pendekatan yang lebih baik dan lebih humanis,” ujarnya.

Sampai saat ini, situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Jembatan 1 Barelang tetap dalam kondisi yang aman, tertib, dan kondusif. Pihak Polresta Barelang juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban melalui koordinasi dengan pihak keluarga serta melakukan langkah-langkah preventif untuk menghindari terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengemudi ojek online yang telah menunjukkan kesadaran tinggi serta seluruh personil kepolisian yang telah bekerja dengan profesional dalam menangani kasus ini. Semoga dengan keberhasilan ini, kita semua semakin termotivasi untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat bersama-sama,” pungkas AKP Dedi Susanto.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *