Polda Kepri perkuat keamanan industri, pastikan kawasan Kabil aman dan kondusif bagi investasi

Batam42 Dilihat

Batam – Polda Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan demi mendukung iklim investasi yang sehat. Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin langsung kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam, pada Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkokoh pengamanan di kawasan industri, menyusul meningkatnya perhatian bahwa keamanan adalah faktor utama penentu kepercayaan investor.

Turut hadir mendampingi Kapolda dalam kunjungan tersebut antara lain Karo Ops Polda Kepri, Dirpamobvit, Dirreskrimsus Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta jajaran manajemen Citramas Group dan pengelola Kawasan Industri Kabil.

Kapolda: Sekecil apa pun gangguan, berdampak besar ke investor

Dalam arahannya, Kapolda Asep Safrudin menegaskan kebijakan zero tolerance atau toleransi nol terhadap segala bentuk gangguan keamanan di kawasan industri dan investasi.

“Sekecil apa pun gangguan kamtibmas akan berdampak langsung terhadap kepercayaan investor. Oleh karena itu, tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan di kawasan industri. Penindakan harus tegas dan menyeluruh, termasuk sampai ke akar masalah dan jaringan penadah barang hasil kejahatan,” tegas Kapolda dengan tegas.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga narasi positif. Informasi atau isu negatif terkait keamanan harus dicegah sejak dini, karena dapat mempengaruhi persepsi global terhadap Batam dan Kepri sebagai tujuan investasi.

“Kepri memiliki keunggulan strategis sebagai kawasan Free Trade Zone. Ini aset berharga yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai muncul persepsi di mata dunia bahwa wilayah ini tidak aman bagi investasi,” lanjutnya.

Selain bertindak tegas, Polda Kepri juga terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Hal ini dilakukan melalui edukasi masyarakat serta peningkatan sinergi dengan para pelaku usaha guna menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

CEO Citramas Group apresiasi, sebut keamanan kunci investasi

Sementara itu, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan dukungan penuh dari Polda Kepri dalam menjaga keamanan kawasan.

Ia mengungkapkan bahwa Kawasan Kabil memiliki peran sangat vital dalam mendorong pertumbuhan investasi, khususnya di sektor energi dan industri strategis.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Polri dalam pengamanan kawasan, termasuk mengantisipasi potensi gangguan seperti pencurian maupun perompakan. Keamanan adalah faktor utama bagi keberlanjutan investasi,” ujar Kris Wiluan.

Dalam kesempatan tersebut, Kris juga menyinggung bahwa pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 sempat terjadi kasus pencurian kabel yang menjadi perhatian serius. Namun demikian, Kawasan Kabil terus berkembang pesat dengan berbagai fasilitas strategis, mulai dari pusat industri, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan energi terbarukan yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Polresta Barelang: Lapor segera, jangan tunggu viral!

Kapolresta Barelang yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kecepatan informasi dan pelaporan.

“Kami mengimbau agar setiap permasalahan atau kejadian kriminal segera dilaporkan kepada Polri, tanpa harus menunggu viral di media sosial. Respons cepat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan menindak pelaku kejahatan,” tegasnya.

Sementara itu, Karo Ops Polda Kepri menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan pelaku usaha telah diperkuat secara hukum melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Ini menjadi langkah jangka panjang untuk menjamin keamanan kawasan industri secara berkelanjutan.

Imbauan Kabid Humas: Manfaatkan 110 dan jangan bakar lahan

Dalam keterangan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan pengaduan agar segera menghubungi Call Center 110 atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps.

Selain soal keamanan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan banyak pihak.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *