Polda Lampung Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai

Lampung238 Dilihat

Lampung Selatan  —  Kepolisian Daerah Lampung melalui Kabid Humas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah Provinsi Lampung, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun mengatakan masyarakat diminta lebih berhati-hati terutama saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

“Polda Lampung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, maupun pohon tumbang,” ujarnya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Lampung menunjukkan intensitas hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai atau wilayah rawan banjir agar terus memantau perkembangan cuaca dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di area berisiko seperti tebing, lereng perbukitan, maupun sungai ketika hujan deras sedang berlangsung.

“Kami juga mengingatkan para pengendara untuk lebih berhati-hati di jalan karena hujan deras dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, wilayah Lampung masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menyebutkan secara umum kondisi cuaca di Lampung diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan yang dapat terjadi pada siang hingga malam hari di sebagian wilayah. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 58 hingga 100 persen.

Dalam prospek cuaca sepekan ke depan, BMKG juga memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Lampung. Kondisi atmosfer yang lembap serta meningkatnya pertumbuhan awan hujan dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Yuni menambahkan bahwa Kepolisian Daerah Lampung bersama jajaran kepolisian di wilayah telah menyiagakan personel untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana akibat cuaca ekstrem.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan langkah mitigasi dan penanganan cepat apabila terjadi bencana,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kondisi berbahaya di lingkungan sekitar.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan saling mengingatkan agar risiko bencana dapat diminimalkan,” tandas mantan Kapolres Metro tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *