Rahmad Sukri Hasibuan, S.H., M.H Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H: Tekankan Silaturahmi, Memaafkan, dan Bakti kepada Orang Tua

Batam217 Dilihat

Batam – Jum’at 20 Maret 2026, Suasana penuh kemenangan dan kebahagiaan menyelimuti masyarakat saat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Di momen suci ini, Advokat sekaligus Konsultan Hukum ternama, Rahmad Sukri Hasibuan, S.H., M.H, menyampaikan ucapan selamat yang hangat dan penuh makna kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim di berbagai penjuru.

Melalui pesan yang disampaikannya, Rahmad Sukri Hasibuan tidak hanya mengucapkan selamat hari raya, tetapi juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana yang berharga untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat ikatan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Marhaban ya Ramadhan, sucikan hati, luruskan niat, dan jemput keberkahan. Di hari yang fitri ini, mari kita saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan,” ungkap Rahmad Sukri Hasibuan dengan penuh keikhlasan.

Dalam pesannya, beliau juga menekankan pentingnya nilai memaafkan yang menjadi inti dari ajaran Islam. Rahmad Sukri Hasibuan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 22: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” Ayat ini, menurutnya, menjadi pengingat yang kuat bahwa memaafkan orang lain adalah jalan untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Selain itu, beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Tidaklah berkurang harta karena sedekah, dan tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.” Hadis ini menegaskan bahwa sikap memaafkan tidak hanya membawa kebaikan bagi hubungan sesama manusia, tetapi juga memberikan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Tidak hanya berhenti pada nilai silaturahmi dan memaafkan, Rahmad Sukri Hasibuan juga menyoroti pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai salah satu ajaran fundamental dalam Islam. Menurutnya, Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk semakin menghormati, menyayangi, dan melayani orang tua, karena mereka adalah orang yang telah berjuang keras dalam membesarkan dan mendidik kita.

Rahmad Sukri Hasibuan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 23-24: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.”

Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletak pada kemurkaan orang tua.” Hadis ini menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua adalah kunci untuk mendapatkan ridha Allah SWT, yang merupakan tujuan utama bagi setiap umat Muslim.

Menurut Rahmad Sukri Hasibuan, Idul Fitri adalah momentum terbaik untuk membuka lembaran baru, membersihkan hati dari segala dendam dan kebencian, serta mempererat tali persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. Sebagai bagian dari Kantor Hukum RS. Hasibuan, S.H., M.H & Partners, beliau berharap semangat Idul Fitri dapat membawa kedamaian, keadilan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga di hari yang suci ini, kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah SWT, dan lebih peduli terhadap sesama, terutama kepada orang tua kita yang tercinta. Mari kita jaga kebersamaan, pererat silaturahmi, dan terus berbuat kebaikan di setiap langkah kita,” tambahnya.

Di akhir pesannya, Rahmad Sukri Hasibuan, S.H., M.H, menyampaikan ucapan khas hari raya yang penuh keikhlasan: “Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Ucapan ini tidak hanya menjadi ungkapan selamat, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan keadilan yang diajarkan oleh Islam, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dengan orang tua kita yang tercinta.

(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *