Sekda Lampung Tengah Disorot, Unggahan Uncu Wenda Viral: Dugaan Arogansi Kekuasaan Picu Polemik Penggantian Kadis

Lampung241 Dilihat

Lampung Tengah – Suasana politik dan birokrasi di Kabupaten Lampung Tengah kembali memanas setelah sebuah unggahan di media sosial yang dibuat oleh aktivis sekaligus wartawan kritis, Uncu Wenda, viral di Facebook pada Rabu, 11 Maret 2026.

Unggahan tersebut memperlihatkan perdebatan sengit antara Uncu Wenda dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah terkait polemik pergantian sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Perdebatan itu dengan cepat menyita perhatian publik dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Dalam unggahannya, Uncu Wenda menyampaikan kritik keras terhadap sikap Sekda yang dinilai arogan dan semena-mena dalam menjalankan kewenangannya di lingkup birokrasi pemerintahan daerah. Ia menilai keputusan penggeseran kepala dinas dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap stabilitas pemerintahan serta nasib para pejabat di bawahnya.

“Sekda Lampung Tengah ‘songong’, tinggi hati dan haus kuasa. Mempermainkan hidup dan nasib bawahannya semena-mena,” tulis Uncu Wenda dalam unggahan yang kini ramai diperbincangkan warganet.

Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk memberi perhatian khusus terhadap berbagai dugaan persoalan yang menyeret nama pejabat tersebut, agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi birokrasi di Lampung Tengah saat ini dinilai sedang berada dalam situasi yang tidak sehat. Ia bahkan menyebut roda pemerintahan daerah terancam terganggu apabila praktik kekuasaan yang dianggap arogan tersebut terus dibiarkan.

Unggahan itu juga menggambarkan kekhawatiran bahwa keputusan penggantian kepala dinas dilakukan secara sepihak dan terkesan sesuka hati, tanpa transparansi yang memadai kepada publik.

Sejumlah warganet yang menanggapi unggahan tersebut mengaku prihatin dengan kondisi birokrasi di Lampung Tengah. Mereka berharap polemik ini dapat segera mendapat klarifikasi dari pihak terkait agar tidak semakin memperkeruh situasi pemerintahan daerah.

Hingga Kamis, 12 Maret 2026, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretaris Daerah Lampung Tengah terkait viralnya perdebatan tersebut di media sosial.

Sementara itu, berbagai kalangan masyarakat berharap polemik ini dapat diselesaikan secara terbuka dan profesional, demi menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *