Semarak Maulid Nabi 1448 H, KBHM Batam Rayakan Milad Perdana: Persatuan, Kepedulian, dan Keteladanan Rasulullah

Batam337 Dilihat
  1. BATAM, Minggu (20/9/2026) — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Mirota Beach, Batam, Minggu siang. Keluarga Besar Hasibuan Muslim (KBHM) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang sekaligus menjadi momen istimewa: perayaan Milad ke-1 atau ulang tahun pertama berdirinya organisasi. Pertemuan ini bukan sekadar perayaan, melainkan ikrar persaudaraan dan tekad untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus serta seluruh keluarga besar Hasibuan Muslim ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi bukti tumbuhnya kebersamaan di kalangan masyarakat Batam, khususnya keluarga besar yang mengusung semangat ukhuwah Islamiyah.

H. Abdul Hadi Hasibuan: KBHM Bukan Sekadar Wadah Bertemu, Melainkan Rumah Kepedulian

Ketua KBHM, H. Abdul Hadi Hasibuan, S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya kegiatan yang menggabungkan dua momentum suci sekaligus bersejarah ini.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke-1 Keluarga Besar Hasibuan Muslim. Ini merupakan momentum yang sangat berarti bagi kita semua untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa persaudaraan,” ujarnya di hadapan seluruh jamaah.

Beliau menegaskan bahwa keberadaan KBHM tidak boleh berhenti sebagai wadah pertemuan sesekali. Organisasi ini harus tumbuh menjadi kekuatan yang menyatukan, saling menguatkan, dan saling mengasihi.

“Kami berharap KBHM ke depan semakin solid dan kompak. Jangan hanya bertemu ketika ada kegiatan, tetapi mari kita bangun kepedulian, saling membantu, dan menjaga silaturahmi. Semoga organisasi ini bisa memberikan manfaat bagi keluarga besar dan masyarakat luas,” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi, menurut beliau, bukan sekadar upacara mengenang kelahiran, melainkan panggilan untuk mengubah diri — meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Rahmad Sukri Hasibuan, S.H., M.H.: Berdirinya KBHM Adalah Jawaban Atas Panggilan Zaman, Persatuan Kita Harus Tak Tergoyahkan

Dalam kesempatan yang sama, Rahmad Sukri Hasibuan, S.H., M.H. menyampaikan pernyataan yang membara namun sarat makna spiritual, mengajak seluruh elemen keluarga besar untuk menjadikan momen ini sebagai titik tolak perjuangan yang lebih besar:

*”Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempersatukan hati-hati kita di sini. Milad pertama KBHM bukan sekadar hitungan waktu — ini adalah bukti bahwa ketika niat tulus bersatu demi kebaikan, Allah sendiri yang mempertemukan langkah kaki kita!

Hadirin sekalian, Rasulullah SAW lahir di tengah zaman yang gelap, namun beliau datang membawa cahaya yang tak pernah padam. Begitu pula KBHM — kita hadir bukan untuk sekadar nama, bukan untuk sekadar berkumpul, melainkan untuk menjadi bagian dari cahaya itu! Jangan biarkan perbedaan kecil memisahkan kita! Jangan biarkan kelelahan membuat kita lengah! Selama tangan kita saling genggam, tak ada badai yang mampu menggoyahkan pendirian kita!

Saya berpesan: jadilah seperti nama yang kita sandang — ‘Muslim’ — yang tunduk pada kebenaran, yang berbakti pada sesama, yang menegakkan keadilan sebagaimana diajarkan Nabi kita. Jika ada yang jatuh, angkatlah! Jika ada yang lemah, kuatkanlah! Jika ada yang tersesat, tuntunlah! Inilah akhlak yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, dan inilah akhlak yang harus terpancar dari setiap langkah KBHM!

Satu tahun telah berlalu — itu adalah ujian. Satu tahun ke depan adalah pertanggungjawaban! Mari kita buktikan: KBHM bukan sekadar organisasi di atas kertas, melainkan kekuatan yang nyata, yang dirasakan manfaatnya oleh keluarga, oleh tetangga, oleh seluruh masyarakat! Semoga Allah memberkati langkah kita, menyatukan hati kita, dan menjadikan setiap tetes keringat kita sebagai amal yang tidak terputus hingga ke surga-Nya!”* tegas Rahmad Sukri Hasibuan dengan semangat yang membara namun tetap lembut dan penuh keagamaan.

Tausiah: Perkuat Iman, Perdalam Cinta kepada Rasulullah

Ustaz M. Sholeh Harahap dalam tausiahnya mengajak seluruh jamaah untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW bukan hanya dengan lisan, melainkan dengan perbuatan. Cinta kepada Nabi terwujud dalam kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama makhluk Allah.

Satu Tahun, Awal Perjalanan yang Lebih Panjang

Di penghujung acara, tekad yang dikumandangkan bulat:

“Satu tahun bukanlah akhir perjalanan, tetapi menjadi awal untuk melangkah lebih jauh. Semoga KBHM semakin kompak, semakin bermanfaat, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.”

Dengan semangat itulah, KBHM melangkah memasuki tahun pertamanya — berbekal persaudaraan yang erat, kepedulian yang tulus, keteladanan Nabi sebagai cahaya penuntun, dan tekad untuk tumbuh menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi semua.

( SjR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *