MANDAILING NATAL — Kabar duka mendalam menyelimuti Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Seorang siswi kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) ditemukan meninggal dunia di belakang rumah keluarganya, Kamis (1/10/2026). Peristiwa ini terjadi pada pagi hari dan sontak mengguncang warga sekitar.
Penemuan jenazah korban pertama kali dilakukan oleh adik kandungnya yang masih berusia dini, duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Anak tersebut menemukan kakaknya sekitar pukul 10.00 WIB di area kebun belakang kediaman keluarga. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada sebatang pohon yang berada tak jauh dari bangunan rumah. Penemuan tersebut seketika membuat keluarga gempar dan warga berdatangan ke lokasi. Jasad korban kemudian diturunkan dengan hati-hati dan segera dievakuasi ke Puskesmas Bukit Malintang untuk pemeriksaan medis awal.
Tim medis memastikan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Camat Bukit Malintang, Zorro Lubis, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut kepada awak media. Ia juga menyampaikan temuan awal yang menjadi perhatian pihak berwenang.
“Dari pengamatan awal, terlihat adanya bekas memar pada bagian leher korban,” ungkap Zorro Lubis. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut belum dapat dijadikan dasar kesimpulan mengenai penyebab kematian. Seluruh fakta masih dalam proses pemeriksaan menyeluruh.
Penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan saat ini. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh dan objektif. Mengingat korban masih berusia anak-anak, aparat menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyimpulkan peristiwa ini.
Pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain. Setiap informasi yang beredar saat ini masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari aparat penegak hukum. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan yang belum didasari bukti sah.
Keluarga korban kini berada dalam duka yang mendalam. Pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat turut memberikan pendampingan serta dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Privasi keluarga juga diminta untuk dihormati selama proses hukum berlangsung.
Proses penyelidikan terus berjalan. Pemeriksaan saksi, pemeriksaan tempat kejadian perkara, serta pemeriksaan medis lebih lanjut menjadi langkah yang sedang ditempuh pihak berwenang. Hasil lengkap akan disampaikan secara resmi setelah seluruh rangkaian pemeriksaan tuntas dilakukan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat terkait. Warga diharapkan tetap tenang, memberikan kesempatan kepada pihak berwenang bekerja secara menyeluruh, dan menunggu keterangan resmi sebelum menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan yang lebih luas.
( Ajan cibuan )












