Wali Kota Bambang Iman Santoso Resmikan Kampung Cucak Rowo, Dorong UMKM Metro Tumbuh dan Jadi Destinasi Wisata Kuliner

ADV5 Dilihat

METRO  —  Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, terus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan melalui pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Kampung Cucak Rowo yang dirangkaikan dengan festival kuliner dan lomba burung berkicau di Jalan Cucak Rowo, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Minggu (25/10/2026).

Peresmian tersebut bukan sekadar menghadirkan identitas baru sebuah kawasan, melainkan menjadi langkah nyata membangun ruang ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Bambang Iman Santoso berharap Kampung Cucak Rowo mampu berkembang menjadi pusat aktivitas warga, destinasi wisata kuliner, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Kota Metro.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bambang Iman Santoso turun langsung menyapa dan berdialog dengan para pelaku UMKM yang menawarkan beragam produk kuliner. Ia melihat potensi besar dari kegiatan masyarakat yang dikemas secara kreatif karena mampu menghadirkan keramaian sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.

Menurut Bambang, pemerintah daerah sangat mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang memiliki nilai produktif, terutama kegiatan yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga. Ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan positif, para pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya, menjangkau konsumen lebih luas, dan memperoleh tambahan penghasilan,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, Kampung Cucak Rowo harus mampu menjadi kawasan yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial, tetapi perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kreativitas, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga.

Bambang juga menilai festival kuliner merupakan sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan produk pangan lokal. Sementara lomba burung berkicau menjadi wadah positif bagi para penghobi untuk menyalurkan minat, mempererat silaturahmi, dan membangun komunitas yang produktif.

“Saya berharap Kampung Cucak Rowo dapat menjadi tempat yang ramai dengan kegiatan positif, memberikan manfaat bagi warga, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana UMKM Kampung Cucak Rowo, Budi, menjelaskan bahwa pembentukan kawasan tersebut bertujuan menghimpun para pelaku UMKM dalam satu lokasi yang diarahkan menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Metro.

Menurutnya, kegiatan kuliner direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu dan Sabtu malam. Pihaknya berharap keberadaan Kampung Cucak Rowo semakin dikenal melalui promosi media sosial dan kunjungan masyarakat, termasuk dari luar daerah.

“Harapan kami, Kampung Cucak Rowo ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi. Kegiatan rutin setiap Rabu dan Sabtu malam diharapkan semakin memperkenalkan kawasan ini sekaligus memberikan peluang usaha bagi para pelaku UMKM,” ungkap Budi.

Selain mengembangkan wisata kuliner, pihaknya juga berupaya memperkenalkan produk pangan lokal berupa MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong termodifikasi sebagai salah satu produk unggulan yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Di sisi lain, Ketua Gantara Bintang Nusantara, Rudi Hartono, menerangkan bahwa gagasan Kampung Cucak Rowo berawal dari keberadaan arena lomba burung berkicau yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya penghobi dari Kota Metro maupun luar daerah.

Melihat potensi keramaian tersebut, pihaknya kemudian membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat setempat agar aktivitas komunitas tidak hanya menjadi ajang penyaluran hobi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitar.

“Kami menyadari kegiatan ini memiliki potensi besar, tetapi harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu, kami menjalin komunikasi dengan warga hingga terbangun kolaborasi untuk mengembangkan Kampung Cucak Rowo,” jelas Rudi.

Ia berharap sinergi antara komunitas, pelaku UMKM, masyarakat, dan Pemerintah Kota Metro terus diperkuat sehingga kawasan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kehadiran Kampung Cucak Rowo menjadi bukti bahwa potensi ekonomi tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Dengan gagasan, kebersamaan, dan dukungan pemerintah daerah, sebuah kawasan sederhana pun dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Kini, harapan besar tertuju pada Kampung Cucak Rowo agar tidak berhenti sebatas peresmian dan festival, tetapi benar-benar berkembang menjadi destinasi kuliner dan ruang ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat daya tarik Kota Metro. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *