Wali Kota Metro: Pancasila Bukan Sekadar Hafalan dan Seremoni, Tetapi Harus Hidup dalam Kebijakan dan Pembangunan

Uncategorized24 Dilihat

METRO  —  Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan, simbol, ataupun seremoni tahunan. Lebih dari itu, nilai-nilai luhur Pancasila harus benar-benar hidup dalam setiap kebijakan pemerintahan, menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, serta diwujudkan melalui pembangunan yang berkeadilan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bambang Iman Santoso saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Wisma Haji Al-Khairiyah, Kota Metro, Kamis (1/10/2026).

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus merefleksikan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Bambang, persatuan bukan sekadar tujuan yang ingin dicapai, melainkan kekuatan utama sekaligus jalan bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Persatuan bukan hanya tujuan akhir, tetapi menjadi jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga persatuan bangsa semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan ruang digital. Arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kecerdasan, kedewasaan, serta tanggung jawab masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai pesan yang berpotensi memecah belah menjadi ancaman yang tidak boleh dianggap sepele.

“Ancaman terhadap persatuan kita kini datang lewat layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah. Di situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari,” tegasnya.

Bambang menekankan, nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi landasan dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan di Kota Metro. Nilai-nilai tersebut tidak cukup disampaikan melalui pidato, tetapi harus tercermin dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan pembangunan, hingga kualitas pelayanan publik.

Baginya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi maupun megahnya infrastruktur. Pembangunan harus mampu menghadirkan pemerataan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Artinya, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kesejahteraan. Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,” katanya.

Ia menjelaskan, kemajuan Kota Metro harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, penguatan kehidupan sosial, dan peningkatan kualitas masyarakat. Sebab, keberhasilan pembangunan sejatinya tidak hanya terlihat dari apa yang berdiri secara fisik, tetapi juga dari perubahan positif yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Bambang mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial.

Setiap kebijakan pemerintah, lanjutnya, harus senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat. Sementara seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat merusak keharmonisan.

“Pembangunan harus mampu mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemerintah Kota Metro kembali menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai napas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan arah pembangunan daerah.

Sebab, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan pedoman yang harus terus dihidupkan melalui tindakan, kebijakan, dan pengabdian. Pada akhirnya, kemajuan Kota Metro harus bermuara pada satu tujuan utama: terwujudnya masyarakat yang semakin sejahtera, adil, harmonis, dan memperoleh manfaat nyata dari pembangunan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *