Waspada Iklan Palsu Jelang Ramadan, Kadiskominfo Batam Ingatkan Ancaman Malvertising

Batam189 Dilihat

Batam, Intinews.com – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber berupa malvertising atau iklan berbahaya yang tengah marak menyebar seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja daring menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa periode Ramadan hingga Lebaran selalu menjadi momentum peningkatan transaksi perdagangan elektronik, didorong oleh berbagai program promosi seperti flash sale, diskon Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penawaran harga tiket mudik yang kompetitif. Namun, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan iklan palsu yang mengandung malware.

“Malvertising adalah teknik penipuan melalui iklan daring yang dirancang agar tampak sah dan menarik, namun pada kenyataannya bertujuan mencuri data pribadi pengguna atau menginfeksi perangkat elektronik dengan virus berbahaya,” jelas Rudi dalam jumpa pers di Kantor Diskominfo Batam, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, kurangnya kehati-hatian saat berinteraksi dengan iklan di media sosial maupun situs web dapat menimbulkan dampak serius. Beberapa kasus yang pernah terjadi meliputi kebocoran data pribadi yang disalahgunakan untuk pengajuan pinjaman online ilegal, pengurasan saldo rekening maupun dompet digital, hingga peretasan akun dan kerusakan sistem perangkat akibat infeksi malware.

Rudi menambahkan, data dari tim keamanan digital lokal mencatat peningkatan laporan terkait malvertising sebesar 35% pada periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar korban adalah masyarakat yang tergiur tawaran diskon yang terlalu besar dan tidak melakukan verifikasi terhadap sumber iklan yang ditemukan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskominfo Batam memberikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain:

– Memverifikasi alamat situs atau URL sebelum mengklik tautan iklan

– Memastikan situs yang dikunjungi menggunakan protokol keamanan Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS)

– Tidak mudah tergiur tawaran diskon yang tidak masuk akal atau jauh di bawah harga pasar

– Menghindari mengklik iklan pop-up atau jendela iklan dari sumber yang tidak jelas

– Mengakses program promosi hanya melalui aplikasi atau situs resmi dari merek maupun platform marketplace yang telah terpercaya

“Kita memahami bahwa setiap orang ingin mendapatkan keuntungan dari berbagai promosi yang ada di bulan Ramadan. Namun, kesadaran akan keamanan digital harus tetap menjadi prioritas agar aktivitas belanja dan persiapan Lebaran tidak berubah menjadi masalah,” ujar Rudi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan setiap iklan yang dianggap mencurigakan melalui kanal resmi yang telah disediakan Diskominfo Batam, baik melalui nomor layanan masyarakat, email resmi, maupun akun media sosial resmi dinas terkait.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menangkal ancaman kejahatan siber. Bersama-sama kita ciptakan lingkungan digital yang aman, sehingga aktivitas selama Ramadan dan perayaan Idulfitri dapat berjalan dengan lancar dan nyaman,” pungkasnya.
(SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *