Batam385 Dilihat

BATAM – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2026, Polda Kepulauan Riau bersama Polresta Barelang menggelar rangkaian persiapan matang berupa Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan yang diikuti 91 peserta ini berlangsung di Ruang Rupatama Wicaksana Laghawa Mapolresta Barelang, Jumat (05/06/2026) pukul 08.40 WIB, bertujuan memantapkan kemampuan, menyamakan persepsi, dan menguji kesiapan seluruh personel yang akan terjun ke lapangan.

Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama jajaran Polda Kepri, antara lain Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., serta Wadir Lantas Polda Kepri AKBP Gathut Bowo S., S.H., S.I.K., M.Si., bersama seluruh peserta dari berbagai satuan tugas.

Latpraops menjadi langkah awal strategis guna memastikan operasi nantinya berjalan terarah, terukur, dan tepat sasaran. Dalam kesempatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai tugas pokok, cara bertindak, target yang ingin dicapai, hingga strategi pendekatan yang akan diterapkan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Kepulauan Riau.

Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin menegaskan bahwa seluruh petugas dituntut memahami sepenuhnya tanggung jawabnya masing-masing, sehingga setiap tindakan di lapangan dapat dilakukan secara profesional, tetap manusiawi, dan penuh tanggung jawab. Sebagai wilayah yang memiliki posisi sangat strategis, Polresta Barelang pun diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjalankan operasi secara efektif dan membawa dampak nyata bagi meningkatnya kedisiplinan masyarakat di jalan raya.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun aspek yang terlewatkan. Semua petugas harus siap, paham langkahnya, dan bekerja dengan satu visi yang sama. Polresta Barelang menjadi ujung tombak di wilayah yang sangat penting, maka keberhasilan di sini akan sangat menentukan keberhasilan operasi secara keseluruhan,” ujarnya.

Selama pembekalan, para instruktur dari Polda Kepri menyampaikan materi yang sangat lengkap, mulai dari penerapan fungsi pencegahan dini, pembinaan, hingga penegakan hukum yang tegas namun tetap berkeadilan. Petugas juga dibekali cara memanfaatkan secara optimal sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), menganalisis data kecelakaan, serta menentukan langkah terbaik untuk meminimalkan risiko di lapangan. Penekanan utama diberikan pada pentingnya pendekatan yang edukatif, persuasif, dan tidak melanggar hak-hak masyarakat.

Setelah Latpraops selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game. Di sesi ini, seluruh rencana yang telah dibahas diuji coba melalui berbagai skenario simulasi situasi yang kemungkinan besar akan dihadapi nantinya. Peserta dilatih untuk menempatkan kekuatan, mengerahkan peralatan pendukung, serta mengambil keputusan cepat dan tepat ketika menghadapi dinamika permasalahan di lapangan.

Menurut Wadir Lantas Polda Kepri AKBP Gathut Bowo S., TFG adalah cara paling efektif untuk memastikan rencana tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga dapat diterapkan dengan baik di lapangan. Kegiatan ini memperkuat kerja sama antarbagian dan memastikan setiap orang memahami dengan jelas peran yang harus dijalankan.

“Simulasi ini seperti ujian kesiapan kami. Di sini kami melihat apakah rencana kami matang, apakah koordinasi berjalan lancar, dan apakah kami siap menghadapi segala kemungkinan. Setelah melalui tahapan ini, kami yakin seluruh jajaran sudah memiliki kesiapan yang maksimal untuk bertugas,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, serius, dan penuh semangat. Kesiapan yang dipersiapkan dengan matang ini merupakan wujud kesungguhan kepolisian untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menumbuhkan budaya tertib yang melekat pada diri setiap pengguna jalan.

Masyarakat diimbau untuk mendukung keberhasilan operasi ini dengan cara mematuhi seluruh peraturan lalu lintas yang berlaku. Apabila menemukan hal-hal yang mengganggu keselamatan atau membutuhkan bantuan kepolisian, warga dapat segera menghubungi layanan darurat Call Center 110 yang siap melayani selama 24 jam, secara cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya.

( SjR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *