Lampung – Uji coba landasan pacu darurat bagi pesawat tempur di ruas Tol Terpeka menjadi sinyal serius kesiapan pertahanan nasional. Kegiatan yang berlangsung di KM 228–231 wilayah Kabupaten Mesuji itu dihadiri Kasdam Kodam XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap program strategis militer.

Dalam uji coba tersebut, pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis F‑16 Fighting Falcon dan EMB‑314 Super Tucano melakukan manuver pendaratan dan lepas landas di ruas tol yang telah disterilkan total. Adegan pesawat tempur mendarat di jalan tol bukan sekadar latihan biasa, melainkan simulasi kondisi darurat ketika pangkalan udara utama tidak dapat digunakan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan TNI dalam menyiapkan skenario pertahanan berlapis, termasuk memanfaatkan infrastruktur sipil sebagai landasan operasi militer. Jalan tol yang biasanya menjadi jalur distribusi ekonomi, dalam skenario kontinjensi dapat berubah fungsi menjadi pangkalan udara sementara.
Kehadiran pejabat tinggi negara dan militer, termasuk Wakil Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Udara, menegaskan bahwa uji coba tersebut bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari program strategis nasional yang dirancang untuk menghadapi ancaman nyata.
Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa gangguan. Seluruh akses menuju lokasi uji coba ditutup sementara untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasi.
Bagi wilayah Lampung, kegiatan ini menegaskan posisi strategis daerah sebagai salah satu titik vital pertahanan di koridor Sumatra. Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten juga menjadi simbol bahwa kesiapsiagaan militer bukan hanya tugas pusat, melainkan tanggung jawab bersama hingga ke wilayah.







