Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Wredatama Diminta Tetap Warnai Pembangunan Batam

Batam142 Dilihat
  1. BATAM, Sabtu (18 April 2026) – Masa pengabdian mungkin memiliki batas waktu, namun ikatan kekeluargaan dan kontribusi bagi kemajuan daerah tidak akan pernah putus. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Batam yang digelar di Aula Gedung LAM Kepri, Sabtu (18/4/2026).

    Dalam sambutannya yang penuh makna, Amsakar menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang para senior yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun, baik di lingkungan Pemerintah Kota Batam maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam.

    “Tidak semua orang mampu melewati masa akhir jabatan dengan hati yang tenang dan penuh kebanggaan. Ada banyak dinamika dan perasaan yang menyertai. Karena itu, saya berharap para senior senantiasa tetap merasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar kita. Kalian bukan orang luar, melainkan bagian dari sejarah dan masa depan Batam,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

    Sinergi Terus Terjaga, Kearifan Tetap Menjadi Pencerah

    Lebih jauh, Amsakar menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan dan menyerap pemikiran berharga dari para pendahulu.

    Ia berharap sinergi yang kuat antara pemerintah dan para Wredatama dapat terus terjaga dan terpelihara dengan baik. Sehingga, kekayaan pengalaman yang telah ditempuh, kebijaksanaan yang matang dalam mengambil keputusan, serta semangat pengabdian yang tulus dari para senior, akan terus menjadi warna yang indah dan inspiratif dalam setiap langkah pembangunan kota ini.

    “Batam yang kita bangun hari ini adalah hasil dari kerja keras dan keringat generasi sebelumnya. Oleh karena itu, pengalaman dan kearifan kalian sangat berharga. Kami berharap hal ini terus mewarnai perjalanan pembangunan Batam menuju masa depan yang semakin maju, dinamis, namun tetap harmonis dan sejahtera,” tegasnya.

    Amsakar juga menyoroti bahwa soliditas dan kekompakan yang ditunjukkan oleh para Wredatama menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tidak berhenti hanya karena status kepegawaian telah berubah. Mereka tetap memiliki peran penting sebagai penasihat, pembimbing, dan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

    Wredatama: Aset Berharga yang Tak Ternilai

    Kehadiran para Wredatama dalam kegiatan ini juga menunjukkan betapa eratnya tali persaudaraan yang terjalin. Mereka hadir dengan semangat kebersamaan, berbagi cerita, dan tetap menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan kota yang pernah mereka bangun bersama.

    Dengan adanya dukungan dan keterlibatan terus menerus dari para senior, diharapkan pembangunan Kota Batam ke depan akan semakin terarah, berkelanjutan, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur yang telah dibangun sejak awal.

    Pemerintah Kota Batam pun berkomitmen untuk selalu membuka pintu bagi masukan dan partisipasi para Wredatama, karena keyakinan bahwa keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana ia menghargai jasa para pendahulunya.

  2. (SjR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *