Bambang Iman Santoso Dorong Budidaya Ikan Tematik, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga Metro

Lampung128 Dilihat

 

Metro — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Metro. Salah satunya melalui penjajakan pengembangan Budidaya Ikan Darat Tematik bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Langkah tersebut mengemuka saat Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menerima kunjungan perwakilan KKP di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026). Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor perikanan air tawar yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

 

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KKP Fernando Jongguran Simanjuntak menyampaikan bahwa Budidaya Ikan Darat Tematik merupakan salah satu program prioritas KKP yang diarahkan untuk dikembangkan di 40.000 titik yang tersebar pada 500 kabupaten/kota di Indonesia. Kota Metro menjadi salah satu daerah yang masuk dalam penjajakan pengembangan program tersebut.

“Program ini selaras dengan program kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Saat ini kami sedang dalam proses mencari calon penerima lokasi dan pada periode pertama ini salah satunya berada di Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro,” ujar Fernando.

 

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program, terutama dalam menyiapkan lokasi yang memiliki potensi dan kesiapan untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya.

 

KKP berharap Pemerintah Kota Metro dapat menyiapkan sejumlah kelurahan yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan budidaya ikan tematik dengan konsep Recirculating Aquaculture System (RAS).

 

Konsep yang ditawarkan mengusung pola satu kelurahan satu titik. Dengan lima kecamatan dan 22 kelurahan, Kota Metro dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar secara lebih terarah, terintegrasi, dan dekat dengan masyarakat.

 

Bagi Bambang Iman Santoso, program tersebut bukan sekadar membangun sarana budidaya ikan. Lebih jauh, pengembangan sektor perikanan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga peningkatan pendapatan.

 

Program ini juga dinilai memiliki potensi mendukung pemenuhan kebutuhan protein ikan masyarakat sekaligus membuka peluang pasar, termasuk untuk mendukung kebutuhan SPPG dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

“Harapan kami, jika program ini berjalan di Kota Metro, kota ini akan memiliki swasembada protein berupa ikan. Kemudian, ini juga dapat menjadi mata pencaharian masyarakat serta menyuplai berbagai kebutuhan, salah satunya SPPG untuk mendukung pemenuhan program Makan Bergizi Gratis,” kata Fernando.

 

Pemkot Metro selanjutnya akan melakukan survei ke sejumlah lokasi guna melihat potensi dan kesiapan lahan yang dapat dikembangkan sebagai titik budidaya ikan tematik.

 

Survei tersebut akan menjadi tahapan awal untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan program, kondisi lingkungan, sekaligus memiliki prospek manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Bambang menegaskan, keterlibatan kelurahan dan masyarakat menjadi bagian penting agar program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas semata. Pengelolaan yang baik, produktif, dan berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Bambang.

 

Melalui sinergi bersama KKP, Pemerintah Kota Metro berharap potensi perikanan daerah dapat semakin dioptimalkan. Budidaya ikan tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, menyediakan sumber protein hewani, menciptakan lapangan usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Dengan demikian, langkah pengembangan Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *